My Seminary

Karunia Konsistensi “Hukum Yang Harus Disepakati Dalam Keluarga”

Banyak orangtua yang selalu merasa superior. Yaitu, ketika anak-anak bersalah, tentulah ujung-ujungnya mereka ngomel dan marah. Kenapa siiih…orangtua begittuu banget? Kan kita masih kecil? Apa kalau anak kecil memang hobinya dimarah-marahin yaaa…?

Itu yang saya rasakan ketika saya masih kecil. Tanpa terasa, saya pun mengulanginya kepada 2 putri kecil saya. Asal mereka melakukan kesalahan, saya langsung mengeluarkan jurus…NGOMEL.

Dengan kata-kata yang suppeerr panjang dan gak jelas ngomongnya, karena sesekali saya pasti membahas kesalahan anak yang lalu-lalu. Duuhhh!!

Jadi gimana dooonk?

Abah dalam materi ke tiga ini berbagi tentang Bagaimana Memiliki skill sebagai orangtua agar bisa menyenangkan bagi anak. Karena kalau kurang skill apa siih akibatnya bagi orangtua?

  1. Ucapan orangtua menjadi gak terkontrol. Akibatnya, sering keluar label-label negatif pada anak.
  2. Orangtua akan merasa capek (yaa fisik..ya mental)
  3. Adanya jarak antara hubungan anak dengan orangtua (ini yang menyebabkan anak lebih suka bergaul dengan gadget. Be aware! )

Agar anak tau kemauan kita dan mereka bisa DISIPLIN melaksanakan nya?

  1. Orangtua HARUS Tegas dalam menegakkan aturan-aturan yang berlaku di rumah.
  2. Sadari beberapa hal yang membuat seseorang itu tidak disiplin. Misal, karena adanya aturan yang mengikat dengan sangsi, budaya orang-orang di sekelilingnya untuk tidak mematuhi aturan, serta kesadaran untu mematuhi aturan masih sangat minim.

Maka dari itu, Ajari anak-anak untuk membuat kesepakatan bersama di rumah dan patuhi SETIAP HARI bukan SESEKALI.

Misal : Adanya aturan (jam menonton) TV di tiap harinya.

Kalau sudah jam 6 sore, semua gadget off. Ayah dan bunda pun HARUS ikut mematikan semua gadget. Agar anak bisa belajar bahwa aturan di rumah berlaku untuk semua warga di rumah tersebut, bukan hanya untuk anak-anak.

Kebiasaan anak yang suka bermain gadget akan menimbulkan beberapa perilaku buruk. Seperti : Susah untuk konsentrasi, jadi mudah marah dan mudah nangis.

download

Quote Abah Ihsan

 

Mengapa anak mudah sekali menyerap hal-hal yang dialami di sekitar mereka ? Karena kita harus mempelajari gelombang otak kita dalam berbagai keadaan.

brain-spectrum
Brain wave

Orangtua bisa memberi sugesti-sugesti positif pada anak saat mereka akan tidur/ saat mereka merasa sangat mengantuk.

Maka dari itu, perlu adanya memberi jarak kelahiran dari anak 1 ke anak berikutnya. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah : 233

“Para ibu bendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tabun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tabun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu bila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketabuilah bahwa Allah Mahamelihat apa yang kamu kerjakan.”

 

Sebagai orangtua, kita harus memiliki MODAL dalam mendidiknya. Apa saja yaa..?

  • Uang
  • Ilmu
  • Ketegasan
  • Waktu

Sikap orangtua adalah cermin bagi anak-anak kita. Terutama saat anak usia dibawah usia 1 tahun. Apa buktinya ?

Ketika anak bayi menangis ingin minum susu ASI, maka ibu biasanya langsung datang dan memberi ASI. Maka, menurut bayi adalah ketika aku lapar, maka ibu tau dan langsung memberiku makanan.

Berbeda ketika anak usia 2 tahun.

Sikap si 2 tahun adalah cerminan sikap orangtua. Ketika si 2 tahun berekplorasi, kita cenderung melarang bahkan terkadang memarahi. Dalam pikiran anak, oo…berarti saat aku membangkang (melakukan yang tidak disukai), orangtua ku marah.

Misal :

Ketika kita memaksa kaka untuk berbagi dengan adik, kita cenderung menggunakan kata-kata “Ayoo…donk kak, berbagii….kaka kan sudah besar.”

namun lain halnya ketika kaka ingin makan permen lebih dari 1. Orantua akan cenderung mengatakan “Jangan, kak…kaka kan masih keciill. Masa makan permen banyak-banyak?”

Jadi berbeda kasus, kita cenderung tidak konsisten. Sehingga si anak bingung…”Sebenarnya aku ini masi kecil atau sudah besar siih…?”

KONSISTEN yaa…wahai orangtua.

Yang perlu diingat adalah…berhati-hatilah para orangtua dalam berkata. Karena perkataan orangtua bisa melemahkan atau menguatkan konsep diri anak.

Perkataan yang diulang-ulang akan menjadi konsep diri dan konsep diri akan menjadi karakter.

Jagalah ucapanmu, Ayah…Ibu…

m2[1]
Quote Abah

PR (vow with the audience)

In syaa Alloh,

Mulai hari ini saya bersunguh-sungguh melatih diri saya untuk jadi ORANGTUA TEGAS bukan KASAR. LEMBUT bukan LEMBEK.

Yaitu :

Ketika anak berlebihan, saya bersungguh-sungguh sedikit bicara, banyak bertindak dengan membuat batasan-batasan yang jelas dan konsekuensi yang jelas.

Saya juga bersungguh-sungguh untuk tidak pernah mudah dikalahkan oleh PENOLAKAN dan PERLAWANAN anak saat bertindak TEGAS dalam bentuk apapun. Baik berupa tangisan, teriakan, amukan, serangan kata-kata maupun fisik dari anak.

 

Karena KETEGASAN menimbulkan KONSEKUENSI.

Musuh ORANGTUA adalah Malas dan Gadget.

Gadget hanya boleh diberikan ketika anak berusia lebih besar dari 18 tahun. Alasannya jelas, karena anak sudah dapat berpikir, apa yang baik dan tidak untuk dirinya. Mereka sudah dewasa, namun belum mandiri dan masih tinggal bersama orangtua. Jadi orangtua pun masih WAJIB memberikan batasan dan aturan yang harus dipatuhi. Boleh memiliki, namun akad nya adalah pinjam.

QuickMemo+_2015-12-29-02-37-27-1[1].png
Quote Abah ttg MALAS
Aamiin.

KETEGASAN harus dibangun melalui KEAKRABAN. Sehingga NO GAME untuk anak apalagi yang usianya dibawah 12 tahun.

So, Be Pleasant Parents…

m8[1]
Quote Abah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s