My Seminary

Karunia Mendengar “Berceritalah, anakku…”

Seminar untuk materi terakhir. Tanpa terasa, kami melewati 2 hari yang membahagiakan di dalam 1 ruangan bersama-sama belajar menjadi “orangtua baru yang menyenangkan”. In syaa alloh…..

Ketika materi ini diusung, sebenarnya saya sudah paham bahwa keinginan setiap orang adalah di dengar. Cukup di dengar. Saya menyadari bahwa (terutama) wanita pasti fitrahnya begitu, ingin didengar. Namun pemaparan Abah mengenai hal ini menguatkan saya bahwa PENTINGNYA MENDENGAR dengan PERASAAN bukan hanya dengar sambil-sambilan.

images
Mendengar. Memahami. Bereaksi

Saking pentingnya curhat, perumpaannya bagaikan sungai yang berada di musim kemarau dan penuh sampah. Apabila sampah tersebut tidak dibung (dibiarkan saja), maka sudah bisa dipastikan keadaan  tersebut akan jadi masalah di kemudian hari. Bau, sungai jadi mampet, dan menjadi suppeer menyebalkan.

Sama halnya dengan manusia.

Apabila enggak pernah cerita pada oranglain, sampah yang ada di tubuhnya terus terpendam. Dan apabila sudah menumpuk terlalu banyak, maka akan menjadi fatal. Gangguan jiwa (gila).

Jadi WAJIB bagi orangtua untuk mendengarkan anak. Usahakan tiap hari orangtua mengajak bercerita, apapun itu. Bahkan hanya ngobrol-ngobrol ringan mengenai keseharian atau apa saja yang telah dilakukan ananda di sekolah hari ini.

images (1)
To Listen not to Hear

Dengan mengobrol, maka akan terjalin kedekatan batin antara anak dan orangtua. Apabila sudah merasa dekat, maka orangtua akan semakin berpengaruh dalam hidup anak, sehingga apapun yang anak lakukan dan orangtua memberi masukan, anak akan mendengar.

Apapun yang dirasakan, maka keluarkanlah. Termasuk perasaan marah, emosi. Ekspresikanlah melalui kata-kata.

 

PR (vow with the audience)

In syaa Allah,

Mulai hari ini saya bersungguh-sungguh untuk melatih diri saya agar dapat menjadi tempat TERBAIK yang dipilih anak untuk curhat. Setidaknya dengan lebih banyak mengajak anak BICARA pada saat :

  1. Tidak bermasalah sebelum bermasalah
  2. Ngomongin yang sepele sebelum yang serius
  3. Bermasalah. Selalu mengeluarkan ide, pikiran, dan permasalahan anak sebelum menawarkan solusi dan nasihat-nasihat.

 

Apabila anak kita sedang ada masalah, jangan memanggil anak untuk datang pada orangtua. Namun, orangtualah yang mendekati anak.

images (3)
Parents should come to their child

Abah menjelaskan Bagaimana Menjadi Pendengar Aktif :

  • Fokus pada tatapan si anak, sambil memahami bahasa tubuh anak. Apakah dia sedang senang, marah, kecewa, atau bahkan sedang sedih.
  • Aktif mendengarkan. Bukan berarti harus selalu reaktif atas apa yang disampaikan anak. Coba gali dahulu informasi yang dijelaskan anak.
  • Sabar dalam mendengarkan. Terutama anak di bawah 2 tahun yang kosakatanya masih terbatas.
  • Berusaha menempatkan diri anda pada posisi anak. Apabila anak kesal pada teman, karena dijahili, maka bayangkanlah betapa kesalnya anda saat dikerjain teman.
  • Biarkan anak bercerita. Jangan terburu-buru menasihati. Biasanya anak dapat menemukan solusi sendiri atas masalah yang dihadapi.
  • Pahami cerita anak, dengan mengulang perkataan anak yang menurut kita penting.
  • Bersimpati pada cerita anak.
  • Tidak terburu-buru dalam menebak perasaan anak.
  • Bersikap objektif. Dengan kata lain, pahami dulu apa yang diceritakan anak baru memberi tanggapan.

Bagaimana Menjadi Orangtua Yang Bisa Menjadi Tempat Curhat Anak?

  1. Kenali karakter anak
  2. Jangan memaksakan anak untuk bercerita
  3. Tahan untuk memberi nasihat
  4. Berikan kesempatan anak untuk menjadi problem solver bagi masalah yang dihadapi
  5. Batasi anak menonton TV
  6. Berlatih terus…..dan teruuuss untuk mendengar aktif.
  7. (Hanya ika diperlukan) Ungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan kita sebagai pendengar.
  8. Cari waktu santai anak
  9. Ekspesif dalam menanggapi cerita anak

 

“Bersama dengan anak, bukan hanya dekat (secara fisik) dengan anak.”

DSC_1342[1]
Terimakasih, Abah… Atas ilmu Pengasuhan Anak selama 2 hari. Semoga Allah memberi berkah dan kesehatan selalu untuk Abah sekeluarga. Aamiin.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s