Diskusi

Kiat Mengenalkan Uang Pada Anak

Ilmu parenting yang disampaikan oleh Ibu Elly Risman, Psi kali ini mengangkat tema tentang pengenalan uang pada anak. Pasti timbul pertanyaan, sebenarnya usia berapa siih….anak di kenalkan pada uang? Apa anak gak jadi konsumtif tuuh….setelah mengenal uang?

Karena acara ini disiarkan di Net TV dan kembali dibincangkan di radio Smart FM maka saya mendapatkan beberapa point untuk dikunyah para orangtua agar bijak mengenalkan uang pada anak.

Pertama kali Ibu Elly menanyakan apakah tujuan keuangan kita dan keluarga. Kita harus mampu mengevaluasi diri. Sudah benarkah cara kita memperoleh uang tersebut.

Penting beri pengertian ke anak bahwa :

  • Cari uang itu enggak gampang.
  • Maka dari itu, bijaklah menggunakannya.

Ketika anak lahir, maka mereka melihat orangtuanya. Dengan kata lain kunci pengasuhan hanya ada 2 yakni :

  1. Kebiasaan (bagaimana kebiasaan dibentuk dalam sebuah keluarga)
  2. Kenangan (bagaimana meninggalkan kenangan yang terbentuk)

Apa maksudnya?

Kebiasaan adalah ketika anak mendengar bunyi lagu orang jualan roti, misalnya…orangtua akan dengan mudah membelikan roti seketika itu juga saat anak meminta. Dan kebiasaan tersebut akan menjadi kenangan yang terpatri dalam diri si anak, bahwa….”ohh…orang tuaku kaya, mereka bisa belikan aku apa saja yang aku mau”

Maka untuk selanjutnya, ketika si anak meminta kembali apa yang diinginkannya, dan kita beralasan “Mama gak ada uang, nak…”. Apa yang dipikirkan anak?

Tentu mereka menjadi engga percaya.

Karena kenangan yang sudah terlanjur dibentuk oleh otak anak.

 

Jadi gimanaa doonk caranya Bu Elly?

Kenalkan uang pada anak dengan bertahap sesuai usia nya.

images
Pengenalan Uang pada Batita

Anak usia 0-3 tahun : Kenalkan bentuk-bentuk uang.

Misal : Ini uang receh, nak… dan ini uang kertas.

Uang itu secara harfiah, kotor. Jadi jangan dimasukkan ke dalam mulut yaa…

 

 

images (1)
Mengenalkan Fungsi Uang untuk Anak

Anak usia 3-6 tahun : Mulai kenalkan bahwa uang sebagai alat tukar.

Misal : Anak usia balita sudah bisa diajak berencana. Dengan cara, buka kulkas…rencanakan akan beli apa saja bahan makanan yang sudah habis. Telur, bumbu dapur, ayam, dsb.

Ketika sampai warung, pura-pura lah lupa.

“Oyaa, nak…kita tadi pingin beli apa yaa?”

Nanti anak akan spontan menjawab, “Teyoy ma….ayam, dll…”

Jadi anak paham bahwa belanja adalah sesuatu yang direncanakan. Dan membutuhkan uang sebagai nilai tukarnya.

 

Contoh lain yang sudah bisa dilakukan untuk anak usia 3-6 tahun adalah belajar memutuskan.

Ketika anak sudah tahu nilai sebuah uang, ajari dia memutuskan akan dibelikan apa uang tersebut. Beri pilihan.

Misal :

“Mama ada uang Rp 5000 nak…bisa untuk beli 1 es krim atau 2 donat. Kaka mau yang mana?”

Hargai apapun keputusan si anak.

 

download (3)
Studentpreneur

 

Ketika kita sudah memberi pengertian tentang nilai uang pada anak, lalu di usia selanjutnya yakni 6-12 tahun, anak diajarkan bagaimana menghasilkan sesuatu untuk mendapatkan uang.

 

 

Hilangkan pemikiran bahwa anak hanya belajar – PR- Les – PR – Les…

Kembangkan kreativitas anak untuk menghargai uang. Bahwa uang itu sulit didapat dan diperolehnya pun dengan cara yang halal. Sehingga perlu mengajak anak mengenalkan berbagai macam profesi. Dari mulai tukang becak, orang jualan di pasar, dokter, polisi, arsitek, peneliti, dosen, guru, dan lain-lain.

Anak-anak dengan pengayaan sosial tersebut disebut anak-anak dengan positive deviance. Biasanya anak-anak seperti inilah yang menghasilkan kualitas anak lebih baik.

Mengenalkan anak untuk EARN bukan hanya SPENT Money.

 

Sekarang Bagaimana Melatih Anak untuk Mengelola Keuangan?

Management keuangan ini bisa dikenalkan sejak usia anak 7 tahun. Ketika seluruh otaknya sudah bersambungan, mulailah memberi kepercayaan pada anak dengan memberi pos-pos keuangan berupa amplop.

Jadi ada beberapa amplop bertuliskan :

  • Pos Uang Saku
  • Pos Uang Jajan
  • Pos Beli Buku (anggarkan 1 buku/bulan)
  • Pos Menabung
  • Pos untuk bersedekah
  • Pos Tabungan Qurban

 

Apa Beda Uang Jajan dan Uang Saku?

  • Uang Jajan

Uang yang diberikan orang tua untuk anak dengan menyesuaikan aturan di rumah dan di sekolah.

Misal :

* Berapa lama anak di sekolah ?

* Butuh snack berapa kali dalam sehari ?

  • Uang Saku

Uang yang diberikan orang tua untuk anak dalam rangka memenuhi operasional anak.

Misal :

* Iuran Kelas

* Untuk biaya transport anak ke sekolah

* Uang untuk jalan-jalan sama temen

Bagaimana kalau habis sebelum waktunya?

karena melatih anak management keuangan ini tidak bisa serta-merta, jadi mesti bertahap. Pemberiannya bisa dimulai dari 1 minggu sekali. Lalu kalau sudah habis sebelum waktunya, ajaklah anak untuk bernegosiasi. Boleh ambil dari pos mana dulu, tapi konsekuensinya, tidak bisa menggunakan pos tersebut sebagaimana mestinya.

Jangan lupa untuk selalu membudayakan mencatat keuangan.

Karena segala pengeluaran membutuhkan pertanggung jawaban.

Seperti cerita Bu Elly mengenai pertanggung jawaban keuangan ini, beliau teringat saat Bapak menanyakan kepadanya “Anakku Elly, dimana uang Rp 200 sisa belanjanya tadi?”

Elly kecil menjawab, “Bapak ini…perhitungan sekali, uang Rp 200 aja ditanyain…”

Bapak kemudian menjelaskan,” Elly sayang, Bapak bukan gak punya uang atau pelit…Bapak bisa saja membungkus kamu dengan emas dan Bapak taburkan berlian di seluruh tubuhmu… Tapi apa yang terjadi setelah itu, nak? Kamu akan jadi anak yang cantik namun BUSUK dalamnya.

Jadi,

Sekecil apapun uang yang digunakan…harus disertai pertanggung jawaban. Karena Being Spoiled itu ada 2 arti, yakni :

  • Manja
  • dan Busuk.

Tentu kita tidak ingin menjadikan anak-anak kita indah, namun busuk dalamnya bukan?

Itulah mengapa ada istri yang memegang kartu kredit namun tidak baik dalam mempergunakan, sehingga over budget. Semua keinginan ingin dibeli.

Bijaksanalah terhadap KEINGINAN atau KEBUTUHAN. 

Memberi uang anak SECUKUPnya atau SEPUASnya.

 

PERTANYAAN

  1. Bu Elly….anak saya itu kalau punya keinginan sampai nangis ngesot-ngesot di toko. Itu gimana yaa…?

Buat kesepakatan dari rumah, bahwa kita sudah punya daftar belanjaan, kaka atau adik mau nya apa?

Kalau sudah disepakati, sesuaikan belanja dengan daftar yang telah dibuat.

Apabila anak merengek minta suatu hal yang enggak ada dalam catatan, coba ingatkan kembali… Tatap mata anak, ajak diskusi tentang kesepakatan yang telah dibuat.

Jangan pernah takut sama AIR MATA ANAK.

Karena itu CUMA AIR.

Kalau orangtua GAK TEGAAN sama anak, maka ANAK yang AKAN TEGA pada orang tua.

Tetap merengek, choose ur consequence!

  • Tetap belanja dengan menuruti apa yang anak mau (memang nangisnya diam, tapi anak akan berani mengulangi hal yang sama, bahkan tantrumnya bisa lebih parah)
  • atau Tinggalkan belanjaan, dan ajak anak kembali pulang (karena belanja bersifat insidental — bisa dilakukan di lain waktu, namun pengasuhan bersifat terus-menerus)

 

Sekian resume yang dapat saya tulis, Be Smart Parenting!

613_557363870957469_1543232134_n
Yayasan Kita Dan Buah Hati. Speaker : Elly Risman, P.Si

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Kiat Mengenalkan Uang Pada Anak

    1. Mashaalloh…..bangga euii, dibaca ama teh Azmi….. *hormaattt….
      Haturnuhun teh…
      Bdw,
      Komen tentang gaya nulisku doonk teh….masi banyak yg harus diperbaiki.
      Mnurut teteh apa niih yg gak pas?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s