Diskusi

Liburan Bermakna

Hari libur adalah hari yang ditunggu-tunggu, namun seringkali berlalu begitu saja. Bagaimana kah mengisi liburan agar lebih bermakna, baik bagi perkembangan anak maupun bagi tumbuhnya kehangatan dalam keluarga.

Begitulah prolog yang disampaikan di fp Kita dan Buah Hati yang rutin mengisi acara Smart Parenting di radio Smart FM yang bisa didengarkan di seluruh Indonesia.

Tema hari ini disampaikan oleh psikolog dan trainer, Ibu Perwitasari, Psi.

Liburan yang bermakna itu yang seperti apa siih…?

Liburan yang bermakna adalah liburan yang direncanakan oleh seluruh anggota keluarga, dengan tujuan semua anggota keluarga happy.

Kenapa harus direncanakan ?

Karena biasanya para orangtua melewati hari-hari bekerja dengan kesibukan dan serba terburu-buru, maka jika liburan maknai liburan tersebut untuk beberapa tujuan berikut :

  • Waktu untuk mendekatkan diri dengan anak. Tidak hanya dekat secara fisik, tetapi juga jiwanya.
  • Untuk meningkatkan komunikasi kita pada anak-anak.
  • Dan liburan juga dapat digunakan sebagai waktu untuk bekerja sama serta menjadi proses pembelajaran bagi anak-anak.

Karena sejatinya waktu tidak akan kembali lagi,

begitupun dengan pengasuhan.

Maka manfaatkanlah momen LIBURAN sebagai momen kedekatan antar sesama anggota keluarga.

 

Selalu melibatkan anak-anak dalam perencanaan liburan. Apa yang perlu dilakukan ?

  • Membicarakan masalah budgeting dalam perencanaan liburan
  • Apa saja yang akan dilakukan di tempat liburan?
  • Apa saja yang akan kita pelajari di tempat tersebut?
  • Mengadakan briefing (seperti membicarakan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berlibur)

Bagaimana briefing yang baik pada anak-anak?

Kalau usianya sudah cukup untuk diajak berdiskusi, maka lakukanlah dengan santai di rumah. Dengan cara :

♥ Duduk melingkar sambil makan-makanan ringan

♥ Menyampaikan komitmen seperti yang disebutkan sebelumnya. Bahwa liburan kita memiliki tujuan dan tujuan tersebut ingin dicapai oleh seluruh anggota keluarga.

♥ Misal :

“Besok kita liburan. Dan rencananya kita akan berkunjung silaturahim ke rumah saudara (*sebutkan siapa nama saudaranya, hubungannya bagaimana dalam keluarga, dan bagaimana anak-anak nanti memanggil saudara tersebut). Jelaskan secara mendetail pada anak.

♥ Contoh lainnya, misalkan akan liburan ke tempat rekreasi maka SANGAT PERLU melibatkan anak-anak dalam memilih tempat rekreasi yang diinginkan. Bisa dengan cara browsing sama-sama sampai mendiskusikan transportasi apa yang akan digunakan. Karena bepergian menggunakan transportasi massal pun akan menambah keistimewaan dan kenangan tersendiri saat berlibur.

Di sanalah anak akan belajar Skill of Life seperti : belajar antri, belajar memanage barang apa saja yang perlu dibawa saat berlibur, dan yang paling penting, bonding antar anggota keluarga akan terasa pada saat ini.

download (1)
salah satu contoh skill of life

Next Session is…..Q and A….

  1. Dari usia berapa anak mulai bisa dilibatkan perencanaan dalam berlibur ?

Answer :

Dari usia sedini mungkin, anak sudah bisa diajak berdiskusi. Tentu tiap tahapan usia anak, akan berbeda cara merespon pertanyaan dari orangtuanya. Namun biasakan untuk senantiasa berdialog dengan cara menggunakan kalimat pertanyaan pada si anak.

Misal :

Pada anak usia 2 bulan ketika menangis, kita bisa ajukan pertanyaan “Oh….adik haus yaa…?”

Meskipun anak belum bisa menjawab, kita sebagai orangtua bisa membaca bahasa tubuhnya.

Berbeda lagi komunikasi yang dilakukan pada anak usia 3 tahun. Mereka sudah dapat dimintai pendapat.

Misal :

“Kaka mau berlibur ke mana?”

Meskipun tidak semua yang keluar dari mulut kecil sang anak kita turuti, tapi kita membiasakan anak untuk ikut mengutarakan pendapatnya.

Tugas kita sebagai orangtua adalah megarahkan, bukan memaksakan.

Bagaimana contoh kecil mengarahkan…bukan memaksakan?

Anak dibiasakan memilih baju atau sepatu sendiri saat akan bepergian. Kalau dirasa tidak pantas, jangan lalu berkata “Itu gak bagus, kak…” tapi apresiasi dahulu usahanya, lalu arahkan “Kaka, kita akan bepergian ke tempat yang jalannya engga bagus, jadi pilih sepatu yang nyaman yaa…coba pakai sepatu kets ini….sepertinya lebih cocok untuk bepergian kali ini.”

Membiasakan anak mengambil keputusan sendiri adalah cara kita mengajarkan anak untuk menjadi seorang LEADER.

Paling tidak, dia adalah LEADER bagi dirinya sendiri.

 

2. Pada saat liburan, anak diperbolekan pegang gadget tidak….Bu Wit?

Karena ayahya sibuk, jadi sering dijadikan alasan untuk memperbolehkan anak pegang gadget.

Answer :

Kalau itu terkait dengan kebiasaan pasangan, ada baiknya diobrolin berdua.

Ingat, bahwa anak adalah anak BERSAMA.

Maka pengasuhannya pun dilakukan BERSAMA.

Tumbuhkan figur kedua orangtua untuk anak. Figur Ayah dan Ibu.

Anak tidak bisa mendadak sholih, semua itu tergantung cara pengasuhan kita sekarang terhadap mereka. Sekarang, kita sering nyuekin anak kita dengan lebih akrab dengan gadget. Jangan harap apabila kita tua nanti, anak-anak akan mau mengurus Ayah/Ibu. Mereka bakal lebih sibuk dengan kerjaannya daripada merawat kita. Mereka akan melakukan hal yang sama seperti apa yang sudah kita lakukan saat mendidiknya saat ini.

Kehadiran Jiwa saat mengasuh anak itu PENTING.

Bukan hanya kehadiran raga.

Artinya apa?

Artinya bahwa kita HARUS FOKUS dalam bermain bersama anak. Engga sedang pegang HP ataupun gadget lainnya.

 

3. Bagaimana menurut Bu Wit liburan bertani di sawah? Apa perlu diagendakan rutin tiap  minggu sekali atau bagaimana?

Answer :

download (2)

Kegiatan back to nature memang bagus, bu…tapi tidak harus setiap minggu tidak apa-apa. Karena ada banyak hal yang bisa dipelajari anak-anak.

Seperti :

keterampilan bahasa, daya ingat, aspek spiritual, tanggung jawab, pengelolaan emosi, dan masi banyak aspek lainnya.

Karena kegiatan menanam padi adalah skill yang tidak langsung dapat digunakan dalam hidup. Yang penting, tiap melakukan aktivitas, anak mampu menceritakan kembali apa yang sudah dilakukan (story telling), berpikir kritis apa hikmah yang dapat diambil dari melakukan kegiatan tersebut (critical thinking), dan menganalisanya.

Alternatif lain selain bertani adalah berkebun di halaman rumah.

 

4. Bagaimana meng-create liburan pada anak yang manja, Bu Wit?

Answer :

Anak manja karena pengasuhan. Terbiasa apa-apa dibantu dan dilayani.

Segala sesuatunya pasti sudah tersedia.

Maka latih anak untuk bisa melakukan banyak hal sendiri. Mandiri.

 

5. Bagaimana yaa Bu Wit, saya ini seorang ayah Sudah beberapa kali menjanjikan liburan, namun beberapa kali itu pula gagal terlaksana. Sehingga anak saya ketika saya ajak untuk merencakan liburan, jadi kurang antusias.

Answer :

Anak-anak itu mudah sekali mempelajari sesuatu. Mereka akan belajar dari pengalaman.

Maka apa yang harus dilakukan orangtua untuk memperbaikinya?

  • Berusaha minta maaf pada anak. Terimalah meskipun sang anak tidak memaafkan.
  • Sampaikan kendala-kendala yang dihadapi mengapa sampai berliburnya sampai tertunda lagi dan lagiii…misal : karena mendadak ada panggilan kantor yang tidak dapat ditunda, atau karena ada kendala cuaca buruk, sehingga berbahaya bila tetap berangkat, dll..

Karena kalau tidak, maka efek jangka panjangnya adalah :

  • Anak akan semakin tidak percaya pada janji dan perkataan orangtua
  • Anak akan susah percaya pada orang lain
  • Anak akan meniru dengan mudah melalaikan janji

 

6. Bagaimana Bu Wit menyiasati liburan tapi anak tetap mengerjakan PR ?

Answer :

Cara menyiasatinya bisa dengan membuat kesepakatan dengan anak.

Misal liburan 3 hari, maka boleh berlibur selama 2 hari dan 1 hari untuk mengerjakan PR. Bisa dilakukan sebelum liburan atau sesudahnya. Asal sama-sama sepakat untuk keputusan itu.

Yang lebih baik sebenarnya adanya kerjasama dengan pihak sekolah, bahwa PR selama liburan berkaitan dengan kegiatan selama liburan.

 

Resume dari obrolan hari ini berkaitan dengan tema “Liburan Bermakna” adalah 

  1. Rencanakan liburan agar lebih terasa maknanya.
  2. Mengontrol emosi, agar meminimalisir berantem, kesal dan kesan buruk lainnya selama berlibur.
  3. Selalu melibatkan anak dalam perencanaan berlibur.
  4. Buat ritual menyenangkan sebelum berangkat liburan (misal: berdoa bersama, sholat berjamaah, dll).

 

Have a nice holidays, families…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s