My Seminary

Bahagia Menjadi Ibu Bahagia Apa Adanya Bukan Seadanya (part 2)

Pertama kali lihat flyer nya langsuung berbinar-binar. Ketemu sama teh Kiki Barkiah lagiii….Barokalloh. Karena ilmu-ilmu beliau selalu menambah semangat kami para ibu-ibu yang menghadiri seminar beliau. Auranya itu looh….hiiihii..

Lalu pembicara berikutnya adalah teh Amanda Pingkan Wulandari. Beliau adalah edukator Baby Healthy Food, punya catering untuk makanan sehat balita, tergabung dalam Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (yang ini bersama teh Monika Berliana. P) Duugh, gak mungkin banget dilewatkan.

 

Karena temanya adalah Bahagia Menjadi Ibu Bahagia Apa Adanya Bukan Seadanya, maka sudah tentu beliau-beliau ini jagonya. Bukan saja kedua narasumber ini lulusan kampus berlambang gajah yang beken di kota Bandung, tapi beliau juga “rela” mengenyampingkan ijazah demi mendidik anak-anak (karena saya selalu yakin, kalau pembicara parenting itu, harus yang anaknya lebih dari 2. Jadi uda terbukti level kesabarannya….wkkk….analisis ngaco pribadi siih…but i always rely on it!)

Dibuka oleh Teh Kiki dengan wajah dan semangatnya yang khas, padahal saat itu beliau sedang kurang enak badan….beliau membuka dengan salam dan doa.

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah “Apa itu Kebahagiaan?

*Pasti jawabannya relatif, karena kebahagiaan ibu yang satu dengan yang lain engga akan sama.

Maka dilakukanlah Survei kepada ibu-ibu. Apakah Ibu sudah cukup merasa bahagia pada:

  • Pencapaian yang sederhana
  • Kehangatan dan romantisme
  • Bersama keluarga melakukan ketaatan kepada Allah

 

Jadi,

Bahagia di dunia belum tentu bahagia di akhirat,
Kebahagiaan hakiki ketika kita sudah berada di dalam surga

(QS Hud 106-108)
Ketika semua kerja, pengorbanan, perjuangan, ikhtiar, kesakitan, kelelahan, kekecewaan, kesedihan dibalas oleh Allah dengan surga.

Kenapa banyak ibu merasa tidak bahagia dan mudah dilanda kegalauan?

  • Galau yg muncul dari berbagai akibat,bisa jadi karena adanya beda yang jauh (gap) antara yang diimpikan dengan kenyataan, antara keinginan dengan kemampuan, cara pandang kita terhadap kenyataan dan bagaimana kita mendefinisikan kebahagiaan.
  • Secara fitrah wanita memang berbeda dengan pria (QS Ali Imran 36), karena wanita memang tercipta lebih lemah dari pria. Meskipun berbeda, namun memiliki peluang mendapat pahala yg sama.
  • Faktor hormonal yang memicu terjadinya stres.

 

Berikut Teh Kiki menjabarkan tentang Analisis penyebab para ibu kurang bahagia:

– Kontraknya salah alamat
– Usahanya kurang ilmu
– Ruhiyah kering kerontang (jauh dari Al-Quran)
– Allah jarang diminta bantuan
– Negatif mulu prasangkanya
– Gangguan datang sedikit langsung nyerah

– Sangat sibuk urusan dunia
– Yang ada gak disyukuri, yang gak ada dicari2
– Uang indikator bahagia
– Kepengen bahagia kayak orang lain
– Urusan keluarga terbengkalai
– Rakus pengen sukses semua sekarang juga

– Komunikasinya mandeg
– Ungkapan hati diabaikan suami
– Repotnya dimakan sendiri
– Anggarannya dirasa kurang mulu
– Ngutangnya gak bisa ditahan2
– Gak dikasih ruang menyalurkam potensi

– Suami kurang membantu
– Anak2 jauh dari harapan
– Bosan, jenuh, gak ada cita2 hidup
– Aktualisasi diri kurang
– Rekreasinya kurang

Jadilah ibu bahagia apa adanya, bukan seadanya!

Apa adanya itu beda lho….dengan seadanya.
Hindari cara berpikir ibu seadanya: “Ya mau diapain lagi, gua kan emang begini”
Kenapa jangan seadanya?
〉 Seadanya ilmu, jadi tidak mau belajar
〉 Seadanya pengamatan, jadi tidak mau menggali hikmah, tidak mau melihat masalah secara komprehensif. Biasanya kita melihat suatu kejadian hanya dari kulitnya saja. Padahal kata Allah “Apa yang menurutmu baik, belum tentu baik di matamu dan apa yang tidak baik, juga belu tentu tidak baik dimatamu”
〉 Seadanya pandangan, jadi tidak mau melihat sudut pandang orang lain
〉 Seadanya kemampuan, jadi tidak mau mendobrak diri. Perlu, melipatgandakan kekuatan dalam menyelesaikan masalah

Maka, dengan adanya beberapa hal tersebut di atas, para Ibu mejadi segalanya SEADANYA, yaitu :

  • Usaha seadanya,
  • pengabdian seadanya,
  • perjuangan seadanya,
  • menyelesaikan masalah seadanya, dan
  • target SEADANYA.

Jangan protes bila: Pahala, pencapaian, dan bahagia pun SEADANYA!

DSC02405[1].JPG
Lelahnya tiap Ibu sama, namun pahalanya berbeda.

Jadilah ibu APA ADANYA! Tidak berlebihan, tidak juga SEADANYA!
1. Apa adanya tugas dari Allah sebagai hamba, yaitu : Beribadah dengan ikhlas                        (QS Al bayinah : 5)
2. Apa adanya tugas dari Allah sebagai orang tua, misalnya : memberi makan dan pakaian pada anak, menanamkan akidah, memerintahkan shalat dan dakwah, memperbaiki akhlak, memastikan keistiqomahan islam.
3. Apa adanya tugas dari Allah sebagai istri, yakni : taat pada suami, taat pada suami dalam hal pemenuhan kebutuhan biologis, tidak berpuasa sunnah kecuali atas ijin suami, tidak mengijinkan orang lain masuk rumah tanpa ijin suami, tidak keluar rumah kecuali atas ijin suami, menyenangkan suami dan tidak berselisih yg membuat suami menjadi benci.
4. Apa adanya tugas dari Allah dalam hal kemanusiaan, seperti : Mengemban peran kekhalifahan, menjadi manusia yg bermanfaat, gemar melakukan kebaikan, gemar menolong saudaranya, gemar memudahkan kesulitan orang lain.
5. Apa adanya perintah khusus dari Allah agar bahagia dengan berSABAR                                (QS Az Zumar  : 10)
6. Apa adanya potensi yg Allah berikan pada diri kita, seperti : potensi akal, potensi fisik, dan potensi kepribadian.
7. Apa adanya kondisi pasangan yg Allah anugerahkan. Menerima segala kepribadian, tempramen, kemampuan dan potensi pasangan.
8. Apa adanya kondisi anak yang Allah anugerahkan
9. Apa adanya kondisi keluarga yang Allah gariskan, yaitu : takdir, rezeki, nasib, dan potensi keluarga untuk dapat menjadi sabar, ber syukur, dan senantiasa memperbaiki.

Perjalanan panjang dalam kehidupan tidaklah berhenti hanya karena kita menikah, justru dengan menikah dan memiliki anak adalah perjalanan baru dalam kehidupan. Petiklah banyak pahala dari ladang yang sudah disediakan Allah. In syaa allah dengan memahami apa yang kita lakukan, kita akan senantiasa bahagia meskipun sama capeknya dengan Ibu-Ibu yang lain.

Advertisements

2 thoughts on “Bahagia Menjadi Ibu Bahagia Apa Adanya Bukan Seadanya (part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s