My Seminary

Bahagia Menjadi Ibu Apa Adanya Bukan Seadanya (part 3)

Pemateri terakhir dari pembicara kece di acara ini adalah beliau, teh Amanda Pingkan Wulandari Pratama.

Kalau melihat kiprahnya di dunia HHBF (Homemade Healthy Baby Food), dan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), tentu sudah tidak asing lagi dengan nama beliau. Jam terbangnya udah waaaah…mantap.

Nulis buku, iya…masak untuk catering healthy Baby Food, juga iya…Kebayaang doonk…sibuknya ibu dari 3 orang anak. Tapi dulu gimana siih awal mulanya bisa mantap terjun ke dunia masak-memasak makanan bayi yang sehat…? Secara beliau lulusan kampus cap gajah jugaa looh…jurusannya juga (rasanya) gak nyambung sama dunia yang sekarang beliau geluti…

Teh Ingkan, panggilan akrab beliau, mulai berkisah dengan tema Passion and Life.

Menyambung uraian Kiki, saya lebih banyak bercerita tentang pengalaman bagaimana saya menjalani peran saya sebagai ibu dan istri dari awal menikah sampai saat ini.

Saya sempat melakoni bidang pekerjaan di bidang pendidikan tinggi dan perencanaan sesuai latar belakang pendidikan S1 dan S2, lika liku pengalaman mengambil keputusan untuk hamil anak kedua, melahirkan, awal mula kenal dengan dunia makanan bayi dan anak, mengelola grup makanan bayi, bergabung dengan asosiasi ibu menyusui indonesia, terjun di dunia usaha makanan bayi, hamil dan melahirkan anak ketiga, bagaimana kegalauan saya di awal-awal banting setir dari ibu bekerja menjadi tidak bekerja, bagaimana saya mengatasi kegalauan saya, bagaimana saya menjalani peran saya sebagai ibu dengan segala tetek bengeknya, koki di rumah, koki untuk anak orang lain, terus mengedukasi dan berbagi tentang makanan sehat untuk bayi dan anak, bagaimana saya memanfaatkan ilmu perencanaan (planologi) dalam menjalani kehidupan saya sekarang, bagaimana saya menemukan passion di dunia memasak makanan bayi sebagai sarana untuk menyalurkan fitrah wanita untuk mengeluarkan 20.000 kata per hari, bagaimana saya memanfaatkan kelebihan diri saya (rajin, teliti, suka tantangan) untuk “mendobrak diri” saya (minjem kata Kiki) agar saya bisa “bahagia apa adanya”. Agar saya tetap “waras” saya tetap butuh keberadaan dan dukungan suami.

Menjadi ibu bahagia, bahagiakan dirimu…..
* kenali potensi diri
* ingatlah mimpi masa kecilmu
* berdamai dengan diri sendiri, syukuri apa yang ada, apa yang dijalani
* “curhat dan kencan” dengan Penciptamu dan pasangan hidupmu
* Kerja sama dengan partner — suami & ART
* just do it with love, love what you do….ikhlas
* take a break

Disarikan dari tulisan Teh Pingkan yang di share  di FB pribadi beliau.

Advertisements

2 thoughts on “Bahagia Menjadi Ibu Apa Adanya Bukan Seadanya (part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s