My Pleasure

Challenge Give Away #ODOPfor99days

Sudah lama engga blog walking, tapi saya sangat terharu dengan tulisan salah seorang teman di grup #ODOPfor99day ini…

http://wikowiku.tumblr.com/

Banyak baca, memperkaya ilmu.
Termasuk banyak teman, pun memperluas rejeki.

Saya suka tulisan seseorang, biasanya saya mengenal secara personal orangnya dahulu. Karena kebayang, seperti apa ketika beliau berbicara, berpikir dan bertingkah laku.

Awal mula bertemu Bubu Wiwik Wulansari di sekolah kaka Ai. Beliau begitu dekaattt dengan anak-anak. Dan engga nyangka bahwa ibu ini memiliki 2 orang putra-putri. Dari berkenalan dengan ibu amazing inii….saya banyak belajar tentang kerendahan hati.

Orangnya sangat ramah, meskipun kesan pertama saat bertemu, diem. Hiihii….mungkin beliau juga bingung yaaa…mau ngomong apa…secara saya memberondong dengan pujian, bukan pertanyaan.

Pertemuan berikutnya, dirumah beliau, karena beliau buka kopdar IIP Bandung 3. Kenapa saya waktu itu dateng, itu yang saya bingung….
Dari pertemuan ke pertemuan, saya banyak belajar dari beliau mengenai belajar menjadi Ibu yang sabar, lembut, dan penuh kasih sayang.
Engga heran, anaknya pun begitu maniiisss kalau bertemu oranglain. Bahkan dengan orang baru sekalipun.

Terimakasih atas persaudaraannya Bubu.
Semoga semangat Bubu tertular ke kami sekeluarga.
Aamiin.

Blogger berikutnya yang saya follow karena saya orangnya masih suka melihat siapa yang ngomong, daripada hanya ilmunya (padahal mah…engga boleh yaa…? Huuhuuu…) adalah blog sahabat saya saat masih kerja dulu.

https://uangsedikit.wordpress.com/

Serius. Saya mengenal beliau sebagai sosok wanita yang wiiseee banget. Apa mungkin karena anak pertama…..atau karena memang banyak hal yang mambuat beliau begitu bijaksana dalam menghadapi masalah.

Saat kerja di salah satu lembaga kursus Bahasa Inggris, beliau, miss Rinda panggilan akrab kami, adalah satu teacher yang sangat disegani. Banyak pendapat dan pandangan beliau yang anti-mainstream, membuat kita semua enggak pernah bisa menolak.

*iyaaa jugaa yaa…..selaluuu begitu yang kami pikirkan.

Sampai suatu saat kami harus berpisah, karena saya harus pindah ke Bandung. Padahal sebelumnya, kami kalau bertemu sukkkaaa sekali ngobrol panjang – lebar mengenai hal yang sedang happening saat itu.

Sediiiihh….

Hingga pada suatu saat, miss Rinda mulai menjalin komunikasi lagi….akhirnya dari situ kami pun mengerti banyak kecocokan. Miss Rinda yang perfeksionis, dan saya yang begitu mudahnya bercerita, akhirnya kami mulai bercerita kembali mengenai masa-masa yang sudah kami lewati selama ini.

Hikmah yang dapat saya ambil adalah pentingnya melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik untuk keluarga. Meredam segala keinginan dan kemampuan yang selama ini dilakukan untuk mengalihkan pada hal positif lain yang dapat dilakukan dari rumah. Karena itulah tugas seorang istri.

Beliau dengan sangat berbesar hati mengatakan dan memproklamirkan dirinya bahwa I’m a fulltime housewife now.

Untuk beberapa orang yang saya kenal, saya tahu itu adalah pilihan yang sulit. Mengingat potensi yang dimiliki sangat besar dan bagaimana beliau mencapai ke posisi tersebut hingga saat ini.

Saya kagum. Engga habis-habisnya saya lontarkan pujian ini kepada beliau.

Saya bahkan sempat berpikir bahwa miss Rinda cocok menulis sebuah buku mengenai bagaimana menghadapi dilematika kehidupan.

Mashaalloh,

Tiada kata yang mampu saya ucapkan kepada tulisan dari kedua blogger fave saya, selain terimakasih sudah menulis banyak hal yang bisa dibaca banyak orang untuk dijadikan pelajaran.

Dan maaf untuk keduanya karena saya gak pake ijin buat mencantumkan nama dan alamat blog nya. Namanya juga secret admirer kan yaaa….

Terimakasih juga atas kesabaran teh Shanty Dewi Arifin  sebagai mentor dan pengurus di tim #ODOPfor99days atas kesabarannya menjawab pertanyaan untuk challenge Giveaway ini.

Doa terakhir yang saya panjatkan, semoga saya mendapat buku dari #challege ini.
*hiiihii….sama aja berdoa menang yaa…?

Go for it, lendyagasshi!

Advertisements

2 thoughts on “Challenge Give Away #ODOPfor99days

  1. Huaaaaaaaa….. Terharu aku, Len…..

    Icak bilang, “Buat apa sekolah tinggi-tinggi, Mbak, Mbak???” waktu dia nawari in-company training dan kutolak. Aku pingin njambak rambutnya sama nyabuti kumisnya yang jarang-jarang itu. Habis itu kukasih pizza. Karena aku tahu dia komentar gitu bukan karena ngeremehkan tapi karena ngerasakan jungkir-baliknya orang sales & marketing dan aku salah satu yang bisa membuat kerja jualannya jadi lebih enteng.

    Ya, nanti saat aku merasa ‘dah siap nulis buku, kubuat draft dan kuminta Icak mendesain sampulnya. Kalau terbit, satu copy kupakai buat nimpuk Icak. Habis itu kukasih Pizza.

    Terimakasih buat post ini yang akan selalu kuingat tiap ada yang mempertanyakan karir ibu rumah tanggaku!

    (Hmmm…, mungkin baiknya ku-print terus ku-laminating..)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s