Rumah Belajar IIP Bandung

Saya Suka Matematika

Beneerr…saya suka matematika?
Aiihh….alih-alih suka, saya malah sangat menghindari pelajaran ini daaarriiii dulluuu sekolah.
Dari kapan yaa….saya engga suka matematika?
Padahal kalau dirunut, genetika suka dan BISA matematika ada dalam darah keluarga saya.

Bapak, seorang guru matematika sembari menjalani kuliah di salah satu kampus negeri terbesar di Surabaya. Cluenya…..huruf depan I diakhiri S dan di tengah-tengahnya T. Haahha….*ketawa garink.

Sedangkan Ibu, guru SMA sembari kuliah di salah satu universitas negeri di Surabaya. Yang beberapa tahun kemudian pun jadi almamater saya. *ecieee….genetik.

Jadi kesimpulannya,
Saya hanya tidak cocok dengan gaya belajar matematika di sekolah (karena langsung pakai soal-rumus-jawaban, hanya di awang-awang) karena penanaman konsep yang engga matang.

Duuhh…!!

Ada kekhawatiran, gimana kalau menurun ke anak?
Naahh….sebelum itu terjadi, maka simak deeh….pemaparan dari salah satu pelaku HS, Teh Dita Wulandari.

Beliau adalah salah satu dosen Sipil di kampus ternama di Bandung.
Kiprahnya dalam mendalami ilmu parenting dan mengajar menggelitik saya untuk tidak ingin melewatkan materi-materi apapun yang beliau sampaikan. Saya suka ketegasan beliau dalam menyampaikan materi dengan suara lembutnya (khas ibu-ibu professional…*hhahhaa…emang ada yaa…?), suka ice-breaking nya, suka tatapan lembutnya, suka semuanyaa…..*colek teh Dita ahhh….ntar buka sesi curhat lagi yaa, teh… kisskiiss..

Kenapa siih…..kita HARUS BISA MATEMATIKA…?

Yang simple aja….agar kita tidak mudah ditipu orang kalau bertransaksi, mampu membentuk pola pikir kritis, sistematis, logic, rasional dan mampu memecahkan masalah hingga memahami hukum alam.

Belajar matematika itu PERLU atau PERLU BANGET..?

Perlu banget. Karena matematic is a life skill.
Begitu paparan beliau.

Langkah awal mengenalkan matematika pada anak atau istilahnya Masa Pra-Matematik adalah

  • Mengenalkan bilangan

Ini batang jumlahnya ada lima, dek… Bisa 4 batang dan 1 batang,bisa juga 3 batang dengan 2 batang, bisa 2 batang dan 3 batang dan terakhir, bisa 1 batang dan 4 batang.

Dengan begitu, kita bisa menjelaskan lima itu apa dan bagaimana konkritnya.
Bukan abstrak.

  • Cara menyampaikan pada anak-anak dengan mengenalkan angka

Dengan hal sederhana saja.

Misal :
Ibu mau beli kue, dek…kalau beli 4 buah, bisa enggak dek…?
Nanti anak akan menjawab, “Bisa ma…1 untuk abi, 1 untuk mama, 1 untuk kaka dan 1 untuk aku. Tapi aku boleh makan 2 engga, ma?”
“Boleeeh…berarti kita beli kue berapa, dek?”

Ajarkan anak mengambil keputusan dan hargai keputusannya.

  • Mengenalkan lambang bilangan

Coba kenalkan anak pada angka SATU. Tapi jangan hanya angkanya, ada benda yang menyertainya.

Misal :
“Adek….ini ada angka SATU *sambil boleh menunjukkan pakai jari.
SATU apa dek….?
SATU BOLA.”

Lalu sebutkan lainnya lagi, ada DUA KUE, dan seterusnya.

Pengenalan angka dan bilangan pada anak, dimulai dari pengenalan benda-benda kongkrit, BUKAN abstrak.

Setelah konsepnya kuat, ibu bisa mulai mengenalkan metode belajar matematika menggunakan JARITMATIKA.

Memang bukan metode satu-satunya, namun dapat menjadi pilihan karena selain memudahkan (kita kan selalu bersamanya….engga mungkin ketinggalan in somewhere…hiihii…iya juga siiih…)

download (2)
Metode Jaritmatika

Metode ini memiliki banyak keunggulan, selain engga akan ketinggalan tadi alias dibawa ke mana-mana, juga meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas, serta bermain logika. Kerreeenn….

Sebenernya metode apa saja yang kita ajarkan, sah-sah aja siih….asal pengenalan konsepnya benar dan dikuatkan dahulu, lalu yakinkan pada diri IBU bahwa

MATHEMATIC IS FUN

Seperti kata Ibu Septi Peni Wulandari selaku pelaku Home Schooling, Founder Institut Ibu Professional, pemilik sekolah Lebah Putih dan founder Jaritmatika ini….

There is NO FAILURE!

Yang ada hanyalah hasil yang kurang tepat.

septi peni wulandani
Ibu Septi Peni Wulandani

Masukilah anak melalui dunia yang mereka senangi.

Selamat bersenang-senaaang, IBU.

 

pps :

Ini beberapa alat peraga belajar matematika bersama anak yang bisa kita contoh.

20160215032819
Special shoot from teh Nita_IIP Bandung 5

Feel free to ask yaa…
Tapi kalau pertanyaannya uda mulai mendalam, misalnya “Gimana cara belajar integral melalui konsep yang mudah dipahami?”
Naah…nanti saya bantu….
Saya bantu dengan doa, terus cepet-cepet ambil wa, menghubungi Bu dosen Dita Wulandari.
*ckk…..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s