Kajian

Fadhilah Shalat Berjamaah Di Masjid

Bismillah,

Kali ini saya ingin menulis tentang pentingnya shalat berjamaah di masjid dengan tanpa pengecualian. Disarikan dari buku Bulughul Maram dan dikaji oleh Ustad Iwan Kartiwan, Lc di masjid Salman ITB dalam kajian Fikih Ibadah.

Dimulai dari pengertian berjamaah adalah melakukan sesuatu secara bersama-sama, di tempat dan waktu yang sama.

Bagaimana hukum sholat berjamaah?
Ada 3 pendapar yang meyakini hukum sholat berjamaah ini, yakni :
♥ Hukumnya Wajib
♥ Hukumnya Sunnah Muakkadah (yakni sunnah yang paling dianjurkan dan diutamakan)
♥ Hukumnya tidak wajib (tidak terkait hukum, namun menjadi jauh lebih utama)

Jadi pemahaman tentang hukum ini sendiri pun terbagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok orang yang tidak beriman (karena tidak tahu hukumnya)  dan kelompok orang yang tidak mendapatkan hidayah serta taufik (ini yang gawat, karena tahu hukumnya namun tetap abai tidak melakukan sholat berjamaah di masjid).

Sebenarnya perintah Allah itu semuanya tidak ada yang memberatkan manusia. Hanya manusia yang kadang suka merasa (sok) sibuk dengan urusannya, yang kalau ditinggalkan sejenak sebenarnya tidak akan berpengaruh apa-apa bagi kehidupannya. Termasuk untuk ibu-ibu yang memiliki bayi di rumah. Karena terdapat hikmah yang besar dari sholat berjamaah. Diantaranya :
♥ Terjalinnya silaturahim
♥ Adanya tolong-menolong antar jamaah
♥ Fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan)
♥ Merupakan miniatur dalam bermasyarakat

th (1)
Sholat berjamaah di masjid

Menurut hadits ke-421 dalam kitab Bulughul Maram menyebutkan bahwa pahala melakukan shalat jamaah di masjid sebesar 27 derajat.

Apakah yang dimaksud dengan 27 derajat dalam hadits tersebut?
Makna derajat disini adalah tingkatan. Jadi kemuliaan orang shalat di masjid sebesar 27 derajat daripada yang shalat sendiri, hanya 1 derajat kemuliaannya.
Karena usia manusia makin lama, makin bertambah (termasuk dosa yang dilakukan setiap hari, bahkan setiap detik).

Maka dengan berjalan ke masjid, tiap langkahnya bernilai di hadapan Allah. Satu langkah menghapus dosa, dan langkah berikutnya akan ditinggikan derajat. Begitu seterusnya hingga sampai ke tempat yang dituju. Selain itu, amalan ini akan bertambah nilainya apabila dibarengi dengan ibadah yang lain, seperti shadaqoh, berdoa saat keluar rumah, berdoa saat masuk dan keluar masjid, shalat sunnah (sukril wudhu, tahiyatul masjid, ba’da dan qobla), dan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Maka ibadah yang sempurna sebagai seorang muslim ada 2 hal, yakni :

  • (Hanya) menggugurkan kewajiban saja
  • Beribadah untuk mendapatkan pahala.

Kalau hanya menggugurkan kewajiban, maka shalat tidak diwajibkan ke masjid. Namun untuk memperoleh pahala, hendaknya shalat dilakukan secara berjamaah dan di masjid.

Maka ketika shalat di masjid sudah menjadi kebiasaan seseorang,  dan seseorang tersebut tidak datang, karena badannya sakit, maka Allah akan mencari dan bertanya pada malaikat, “Wahai malaikatKu, dimanakah si Fulan yang biasa shalat di masjid ini?”. Dengan cepat malaikat memeriksa keadaan si Fulan dan menjawab “Ia sedang sakit, Ya  Rabb”. Maka Allah memerintah malaikat untuk mencatat pahala sholatnya layaknya ia sholat ke masjid, padahal ia sedang sakit di rumah.

Jadi lebih baik mana, teman…sakit tapi pahala shalatnya seperti orang sehat saat ke masjid atau sehat dan bisa ke masjid beneran?

Alhamdulillah,
Semoga ilmu bermanfaat ini bisa jadi berkah untuk yang menulis dan membaca.

Aamiin.

Advertisements

2 thoughts on “Fadhilah Shalat Berjamaah Di Masjid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s