Review dan Arisan Blog Walking

Warna-Warni Kehidupan Cut Dek Ayi

Begitulah header di blog Dek Ayi (www.cutdekayi.com) dengan tagline nya yang menceritakan sekilas tentang dirinya. Ibu muda ini seolah ingin menuang kisah hidupnya dalam blog.

Manis.

Imut.

Dan sangat humble.

Meskipun saya belum pernah ketemu sama Dek Ayi, begitu ia biasa di sapa, terasa sekali ia sangat hangat dalam berkomunikasi. Melalui bahasa tulisannya, saya menjadi tiba-tiba merasa melayang ke Aceh. Bukan hanya karena penuturannya yang puitis nan melankolis, tapi juga gaya bahasanya yang “Aceh” banget. Apa siih bedanya…?
Simak deeh tulisan Dek Ayi tentang bulan April, Ini Surat Untukmu.

Sebenarnya saya terkagum-kagum dengan konsistensinya menulis. Masih sangat muda, sudah jadi seorang mama, dengan seorang bayi ganteng bernama Kizain, dan sedang melanjutkan kuliah. Rasanya hidupnya penuh warna sekali, karena ditambah bumbu cerita tentang persahabatannya. Kisah Lima Sekawan.

Rasanya saya kangeen sekali dengan masa-masa ini.

Kisah cinta.

Persahabatan.

Dan keluarga.

Dek Ayi sepertinya tidak menarget harus menulis hingga 1500 kata (seperti saya) namun isi tulisannya sangat berbobot. Terlihat dari gaya me-review sahabat blogger yang lain dalam arisan blogger yang diadakan per-15 hari. Selalu ada point of review yang ditulis. Aah…betapa saya harus banyak-banyak belajar dari Dek Ayi….Cerdas!

Gaya menulisnya sangat cerdas.

Ini tulisan Dek Ayi tentang pemenang arisan pertama, mba Atisatya Arifin. Dan berikutnya adalah review blog mba Sandrine.

Sudahlah masih muda, cerdas, pandai berpuisi pula.

Aaah Dek Ayi, seandainya bisa kopdar (baca : ketemuan), saya yakin kamu orangnya asik banget diajakin cerita ngalor-ngidul. Haahha….

Membaca tulisan Dek Ayi yang terbaru, bikin hati ini kembali bergetar oleh puisi gubahannya. Penuh cinta rasanya.

Ayi
Aku Mencintaimu Sampai Nanti.

“Tidak akan pernah ada jarak, selama aku masih punya Tuhan

Untuk membawa rasa cinta itu

Untuk memupuk rindu itu

Untuk mendekap erat dirimu

Selamanya,

Adakah lagi yang kutakutkan? 

Kekosongan yang terisi pernyataan basi

Dan komentar omong kosong

Jika itu soal perasaan, izinkan aku berkata

Aku mencintaimu pada hari ini hingga nanti

Dan aku berharap Tuhan menyuburkan, membantuku membangun cinta untukmu

Sebagaimana pintaku dalam doa

Sampai nanti, sampai syurga menyatukan kita kembali’ -@cutdekayi

 

Banda Aceh, 14 April 2016

 

Rasanya seperti dibangunkan dari tidur lelap selama ini. Terasa sekali aura cinta pasangan suami-istri yang baru menikah selama 2 tahun ini.

Coba bikin puisi ala Dek Ayi aah….

“Sejenak,

Ku merasa bahwa telah mengenalmu lebih lama

Tak terasa waktu yang ingin kuhabiskan,

Bersamamu, Dek Ayi.

 

Teruntuk adikku yang rajin dan bersemangat,

Tetaplah dalam asamu,

Genggam kuat indahmu,

Dan tegaplah akan impianmu.

 

Semoga Allah meridloi segala keistiqomahanmu, Adekku sayang.”

 

*Geli sendiri baca puisi bikinan saya yang engga ada basic sastranya sama sekali. Hanya terkenang jaman SMA yang sudah saya tinggalkan selama 12 tahun (ketauan umur deh…>.<) suka banget bikin puisi yang saya tulis dalam diary. Banyakan siih…nulis puisi tentang cinta monyet *aakkk….

Mungkin benar,
Bahwa api romantisme itu perlu dijaga kobarnya dengan berpuisi.
Memperbanyak kosa kata sastra yang membuat kita bangun dari pingsan.

Ayi1
Dek Ayi bersama keluarga kecilnya.

Barakallah, Dek…
Pertemuan ini semata-mata karena Allah memberikan ijin.
Berkah selalu tulisan-tulisanmu yaa, dek.
Terakhir,
Saya suka banget puisi Dek Ayi berikut ini..

“Kau tau,

rembulan tak seutuhnya hadir malam ini

bintang pun begitu

mereka masih saling bertukar pikiran

apakah akan menemuiku

di singgasana malam

 

Kau tau,

hujan tak seutuhnya membasahi

sebentar ia mengalun

sebentar ia berhenti

dan aku, memilih untuk menangis

 

Karena bagiku, sedih adalah kenikmatan

sedih adalah penjagaan

dan sedih adalah pengingat kalau aku pernah tertawa”

Baca selengkapnya, ada di tulisan yang berjudul Duniaku.

 

Sekian review dari saya, Dek Ayi.
*kisskiss

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

13 thoughts on “Warna-Warni Kehidupan Cut Dek Ayi

  1. Mba lendyyyy *kiss* hahaha aku terharu. Betapa bahagianya punya teteh yang baik dan lembut kaya Teh Lendy. Semangatin dan doain aku ya teh. Semoga jadi anak, ibu dan istri sholehah serta tetap istiqomah. Merdeka!!!
    Thankyu teteh manis sekali tulisannya :’)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s