Family Stories

Outing Berkesan Ke Cantigi Camp.

Tak susah saya mengkondisikan anak ketika mereka punya agenda besar di hari yang sudah dinanti. Ya, mereka akan mengadakan outbond ke Cantigi Camp yang terletak di Kampung Manjah Beureum, Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung.

peta cantigi
Bisa dibuka di maps.

Berkumpul di meeting point, depan kantor B4T (Balai Besar Bahan dan Barang Teknik) jam 6 pagi, kami pun telah preparing segala yang ingin dibawa. Dari mulai perbekalan makanan, obat-obatan yang sekiranya diperlukan hingga pakaian dan handuk bersih. Karena ini adalah tempat bermain di alam yang mengajarkan anak untuk tidak takut kotor, aneka wahana bermain air dan ketangkasan motorik kasar anak-anak usia sekolah sampai orang dewasa.

Setelah cukup menanti seluruh murid dan wali yang terdaftar mengikuti acara hari itu, kami pun berangkat menggunakan 2 bus mungil bermuatan 40 penumpang. Berseri-seri jelas tergambar dalam raut wajah anak-anak TK ini, pikir saya. Semangat para emakers pun tak bisa dipungkiri, sepanjang perjalanan mereka bersenda gurau gembira seakan tak mau kalah dengan semangat anak-anak mereka. Haahha…*sayangnya saat acara ini, saya sedang kurang enak badan…jadi saya merasa diam lebih baik daripada pingsan setelah berheboh-heboh ria dengan emak remfong lainnya…*mianhae…^^

Menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Hana sudah cukup menyimpan energi, karena tertidur selama perjalanan. Jadi setibanya di tempat tujuan, kaka dan Hana berbinar-binar ceria.

Didahului oleh perkenalan kaka pemandu dari pihak Cantigi Camp, anak-anak pun diajak berbaris membentuk 2 lajur memanjang ke belakang dengan tertib dan mengikuti kaka pemandu menuruni area Cantigi yang berkontur.

pintu masuk
Source : fb Cantigi Camp and Outbond.

Setelah manuruni anak tangga tersebut, kaka pemandu mempersilahkan rombongan yang terdiri dari Ibu guru, orangtua dan anak-kanak TK RA. Permana Asih untuk beristirahat sejenak di pendopo yang telah disediakan. Ada beberapa pendopo yang sangat nyaman dengan kapasitas sekitar 100 orang.

bariscantigi
Let’s start, kiddos! ^^

Acara pemanasan dimulai. Dari 47 siswa RA Permana Asih dibagi-bagi mejadi beberapa kelompok berdasarkan usia. Yang imut-imut seperti kaka Ai dan teman-teman sekelasnya di kelas A masuk grup kelinci. Mereka diajak berjalan-jalan dahulu lalu berbaris bersama di lapangan untuk diberikan briefing. Tssaah…^^

cantigi8
Happ…! Hap….Perhatikan kaka yaa, adik-adik manis…

Setelah dirasa cukup melakukan pemanasan, anak-anak memulai petualangan. Pertama-tama diajak ke arena bermain kering. Membuat karya dari tanah liat.

cantigi4

Kegiatan ini dilakukan per-kelompok kecil, berdasarkan jenis kelamin. Didampingi oleh kaka pemandu yang ceria dan bersemangat, anak-anak membuat berbagai bentukan tanah liat. Salah satunya jadilah kura-kura tanah liat. Yeeay….

Dilanjutkan aktivitas yang melatih motorik kasar serta ketangkasan dan keberanian anak.

Wahana permainan yang satu ini sangat dinanti oleh kaka Ai. Entah kenapa, kaka sejak naik wahana yang menyangkut ketinggian ini untuk pertama kali dengan track yang mini dan ketinggian standart anak-anak, ia tidak merasakan ketakutan.

Kalau di Cantigi Outbond and Camp, track flying fox untuk anak-anaknya lumayan menantang. Anak akan menaiki menara berwarna merah, kemudian meluncur dari sana dengan jarak luncur yang panjang.

cantigi5

Kemudian bermain dan belajarnya dilanjutkan dengan bercocok tanam. Anak-anak dibekali 1 batang umbi kayu, dan diajari oleh kaka pemandu cara menanamnya bagaimana.

Beres aktivitas ini, dilanjutkan dengan bermain  di wahana lain yang fasilitasnya lengkap di sediakan oleh pihak Cantigi Outbond and Camp.

Karena di sini mereka belajar segala jenis aktivitas tanpa takut kotor, wahana berikutnya adalah wahana yang berkaitan dengan basah dan kotor. Ewww….! Saya sebenarnya juga belum pernah bermain kotor, tapi karena ingin menguatkan kaka saya tetap memberi semangat.

Sebenarnya kalau hanya bermain air, saya siih…oke. Namun di sini anak juga diajak untuk tidak takut dengan air yang super keruh. Sampai berwarna hijau. Hahhaa….kasian kaka dengan wajah “kesulitan bernapas” karena terus-menerus diguyur air oleh kaka pembina, ia berlari ke arah saya sambil berkata “Mamaaaa, airnya pahiiit”. Tak lama, setelah ia kembali di barisan, diguyur lagiii….dan kembali menghampiri saya, “Mama….bauuu”.

Karena ini pengalaman pertama bagi kaka, tentulah saya amat mendukung bermain kotor-kotoran di sini. Karena saya yakin, pengalaman seperti ini tidak akan di dapat bila sudah kembali pulang ke rumah. “Sekali-kali, anak perlu juga belajar dari kotor.”

Disediakan wahana tangkap belut, asli dengan habitat hidup belut yang berada di lumpur. Jelas ini kaka menolak. Ia hanya mau memandangi teman-teman laki dan perempuan yang benar-banar berani dengan hewan licin seperti ular kecil tersebut.

Bahkan Hanif, salah satu teman kaka berhasil menangkap belut di kedua tangan mungilnya, seraya berteriak dengan bangga,”Umiii, abang dapat duaaa…”. Namun tak lama, tangisnya pun pecah karena ternyata lumpur menghambat laju kakinya untuk menuju pinggir kolam lumpur tersebut, sedangkan belut di kedua tangan mungilnya terus meronta. Antara takut dan cemas, sebenarnya….Namun saya sungguh terharu akan keberanian anak-anak ini. Karena sebenarnya, saya sama seperti kaka, takut dengan hewan melata berwarna hitam kecoklatan itu. Awww….

Karena sudah seru bermain lumpur, berikutnya anak bisa membersihkan badan di bawah guyuran shower sederhana di pinggiran kolam, lalu masuk ke wahana tangkap ikan. Di kolam dengan air yang di dominasi warna lumpur ini, anak serasa berenang dengan ikan yang sudah setengah lemas, saking banyaknya jumlah anak yang masuk ke kolam tersebut. Biarpun ikan tersebut lemas, tetap saja sangat susah menangkapnya, kalau bukan kaka pembina. Faktor lain yang membuat ikan susah ditangkap adalah keruhnya air kolam karena bercampur baju anak-anak yang penuh lumpur dan belum sepenuhnya terbilas di shower, maka dibilas di kolam ikan itu. Begitu instruksi dari kaka pembinanya.

Waah, tidak hanya kaka…Hana pun saya ijinkan masuk ke kolam. Bukan main senangnya anak-anak. Saling main ciprat air, bahkan tak jarang rasanya, kaka terminum air kolam. Terlihat dari gesture nya saat mengusap wajah. ^^

Itu adalah wahana terakhir serangkaian petualangan seru hari ini.

Dilanjutkan mandi di kamar mandi yang sudah disediakan pihak Cantigi. Tidak ada air hangat, dan benar saja….kedua anak saya mendapat pengalaman pertama mandi menggunakan air dingin di Bandung. Heemm…..seru!

Setelah mandi, kami kembali asik duduk-duduk sambil mengobrol ringan dengan sesama orangtua. Para fotografer tak lupa menggelar hasil jepretannya untuk dibeli para pengunjung. Tepat jam 2 siang kali itu, kami telah kembali ke dalam bis untuk melakukan perjalanan kembali ke rumah.

Ada pengalaman baru dan tak terlupakan dari sana. Ada kebahagiaan dan kelelahan anak-anak dengan aktivitas di alam.

quote

Lelap kami berempat di dalam bis yang diguyur hujan, kala itu.

Sekian pengalaman perjalanan kami ke Cantigi Outbond and Camp. Berikut keterangan harga bagi yang berminat bermain-main ke sana dan jangan lupa untuk konfirmasi dahulu untuk memastikan tempat dan ketersediaan pemandu. Karena tempat ini seru bermain saat ada yang memandu dan bermain secara kelompok.

Cantigi Outbond and Camp.
Biaya Tiket masuk : Rp 15.000/ orang.
Biaya bermain : Rp 10.000/ wahana.

*Boleh membawa makanan dan bekal dari rumah.
**Asik juga digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga besar dan piknik.

Tentunya berbeda ya…antara harga per-orangan dan paket kelompok. Untuk lebih jelasnya bisa bertanya di

Have a Great Experience There!

Advertisements

3 thoughts on “Outing Berkesan Ke Cantigi Camp.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s