Rumah Belajar IIP Bandung

[Reportase] Launching RB – Public Speaking

Institut Ibu Profesional, Bandung.
Komunitas yang selalu berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan para Ibu di daerahnya. Kami bagaikan pohon rimbun yang berbuah dan bercabang banyak.

Salah satu Rumah Belajar yang bertumbuh (lagi) hari ini adalah Public Speaking. Bertempat di Gedung Ganesha, Jalan Tubagus Ismail no. 5 D, Bandung. Maka hari Ahad, tanggal 15 Mei 2016, Rumah Belajar ini resmi dibuka. Diiringi dengan bacaan Basmallah, para member RB ini sangat antusias mengikuti rangkaian acara demi acara yang diselenggarakan dari jam 9 pagi hingga jam 12.

Dibuka oleh duet MC yang kece, teh Lia dan teh Fatimah yang membacakan rundown acara dan memberikan beberapa tips tentang berbicara di depan public. Acara yang serius tapi santai berikutnya adalah berkenalan dengan ketua RB Public SpeakingEvi Suci.

Berbicara di depan public tentu berbeda rasanya dengan berbicara di depan suami dan anak-anak. Maka dengan tekad yang salah di awal  bulat, maka saya memberanikan diri ikut berkenalan ke depan saat acara berlangsung. Meskipun setelah dipanggil bahkan diseret  paksa oleh MC, barulah saya berani. Bismillah . . .

me

Apa yang saya bicarakan tentulah belum terstruktur dengan baik. Begitupun gesture yang saya perlihatkan saat di depan umum. Masih saya banget, gittuu….

Jadi, bagaimana yang benar?

Saatnya menyimak materi yang diberikan oleh Keynote Speaker kita hari ini, yaitu  Febriyanti Almeera.

pepew

Sapaan akrab gadis cantik yang lahir tahun 1991 silam ini adalah Pepew.

Kesan awal, humble, ramah dan karena sudah femes, jadilah dengan prestasi yang menggunung, ia menceritakan asal mula berkenalan dengan komunitas Ibu Profesional ini.

Bagaimana perjalanan dia bertemu dengan Ibu Septi pada tahun 2014, karena sesama finalis dari sebuah ajang kompetisi bergengsi bertaraf Nasional dan dimenangkan oleh Bunda Septi, saat pertemuan berikutnya dan berikutnya yang sangat di luar dugaan, karena hanya Allah – lah kesemua itu dapat terjadi. Dan hingga hari ini, adik kita ini (awwuu….ngaku-ngaku, maaf yaa….dek. Karena usia kita terpaut “lumayan”) bisa berada di tengah-tengah komunitas Ibu Profesional.

Menikah baru 3 bulan, dengan seseorang yang luar biasa gentle, menurut saya, karena berani mengambil keputusan menikah dan sama-sama merintis karir di bidang yang sama pula, speaker. Keduanya jago berbicara tidak lantas membuat mereka saling berbicara, karena keahlian berikutnya adalah mendengar.

Bagi yang suka dunia tulis-menulis, Pepew ini sudah menelurkan 2 buku. Dan rencananya akan menjadi sebuah trilogi. Buku terakhir yang ditulisnya bersama suami, bisa di kepoin di blog Pangeran Surga.

Karena tidak semua orang senang membaca buku, maka terbukalah peluang untuk membedah kedua buku sebelumnya yang berjudul :

#1 Be A Great Muslimah (2013)
#2 Jalan Hijrah (2014)

Dengan berbicara, akan membuka peluang untuk berkarya.

serius
Suasana belajar RB Public Speaking.

Skill berbicara ini ternyata ada 2, yakni Personal Communication dan Public Speaking. Ini yang saya bilang bahwa saya salah paham. Tujuan saya datang ke acara ini karena temanya Urgensi Public Speaking Bagi Seorang Ibu, maka saya pikir berkomunikasi produktif dengan keluarga, suami dan anak-anak. Namun, alhamdulillah…saya dapat ilmu baru. Bahwa ada beberapa MODAL dalam berbicara di depan umum, yaitu :

  1. PD (Percaya Dia)
    Percaya bahwa selalu ada Allah yang senantiasa menuntun kita dalam berucap dan bersikap.

Ketika berada di depan umum, tentulah kita merasa grogi, takut, bahkan keringat dingin bercucuran. Namun, ketakutan itu harus di cari tahu apa penyebabnya. Punya trauma kah? Atau seperti Pew yang grogi kalau berbicara di depan Ibu-Ibu karena beliau merasa belum jadi Ibu, sehingga belum punya ilmu tentang hal tersebut. Merasa masih junior, dan inilah yang disebut Power of Mind.

Bahwa kekuatan pikiran sangat berpengaruh sekali terhadap psikologis seseorang. Dan bahwa yang ada dalam pikiran kita itu belum tentu itulah yang terjadi pada kenyataannya.

Percaya pada Allah bahwa semua yang terjadi bukanlah sesuatu yang kebetulan. Yang terjadi adalah kehendak Allah bahwa ada misi yang harus kita sampaikan kepada orang lain.

Dalam TEKNISnya perlu dilakukan :

* Persiapan.
Walk the talk.
Karena apapun yang akan kita sampaikan di depan audience adalah sesuatu yang benar-benar kita kuasai. Jika tidak, maka akan seperti tong kosong.

Maka jalanilah hari-hari yang terbaik dalam hidup.
Jadi Pribadi baik – Ibu terbaik.
Sehingga bisa menjalani teknis kedua . . .

* Menyiapkan pesan terbaik,
* Diiringi penampilan terbaik.

Penting sekali bagi seseorang yang berbicara di depan public adalah grooming, cara ia bergerak dan cara ia berpakaian.

  • Menjaga fokus.
    Fokuslah pada keunggulan yang telah kita miliki. Jangan coba-coba ingin meniru orang lain yang memang sudah hebat di bidangnya.

 

* Yakin bahwa audience yang membutuhkan anda.
Dan * Yakinkan diri juga bahwa mereka teman lama anda.

TIPS menarik dari seorang Febriyanti adalah datang ke lokasi acara (jauh) sebelum acara di mulai, agar bisa berbaur dahulu dengan peserta. Kemudian, mulailah dengan membuka obrolan untuk menjalin kedekatan. Setelah terasa dekat, saat kita maju ke depan, lakukan kontak mata dengan beberapa yang sudah kita sapa tadi.
Dengan begitu, kita akan merasa bahwa ada teman lama kita yang sedang duduk memperhatikan.

  • Mengambil Kesempatan.
    Tiap ada acara, berusalah pro-aktif untuk menjadi MC. Maka dengan begitu skill public speaking kita akan terasah dengan baik.

 

Berikutnya adalah sesi tanya – jawab :

  1. Apakah yang lebih penting, ilmu tentang public speaking itu sendiri atau jam terbang?Jawaban:

    Keduanya penting. Karena diri kita ini bagaikan wadah. Ibarat kalau ingin membuat kue yaa…. Ilmu adalah tepung, gula, garam dan telur. Apakah sudah menjadi kue?
    Tentunya belum,

    Karena itu harus di mixer dahulu oleh jam terbang.

    Karena itu perlu adanya 10 ribu jam terbang, agar terlihat makin baik dan baik dalam melakukan sesuatu hal.

     

  2. Adakah pengalaman terburuk saat berbicara di depan public?Jawaban :

    Pernah.
    Saat pertama kali di daulat untuk menjadi seorang pembicara. Waktu itu, perdana launhing buku. Alhamdulillah, dengan 100 peserta yang rata-rata masih bersekolah, kulah dan para remaja, mereka sangat antusias ingin mengikuti bedah buku saya saat itu. Karena saking tegangnya, saya tiba-tiba gemetar, keringat dingin dan sulit bernapas. Tiba-tiba saya sudah tidak sadarkan diri saking tegangnya.

    Karena saat itu, saya pembicara utama, jadi panitia dengan sekuat tenaga menampar pipi saya, mencoba membangunkan dan menyadarkan saya, bahwa saya harus tetap maju dengan kondisi apapun. Karena para audience dan pihak penyelenggara juga tidak mau rugi, biaya yang dikeluarkan saat itu memang terbilang wow untuk saya.

    Karena kejadian itu, saya benar-benar merasa blank.
    Hilang semua kata-kata yang ingin saya sampaikan.

    Kalau sekarang, ketika saya nervous, saya segera kuasai diri dengan menarik napas panjang, lalu hembuskan. Tetap tenang dan fokus seperti teknis di awal tadi.

  3. Karena bekerja (mungkin bisa dibilang) selalu dengan pasangan, adakah tips dari Febri mengenai mengatur dan mengelola emosi. Karena biasanya, kalau masih baru menikah, suka ada masalah yang harus diselaraskan. Padahal kan, kalau berbicara di depan public, tidak boleh kelihatan sedih dan kacau yaa…?Jawaban :

    Selesaikan masalah sesegera mungkin.
    Karena saya selalu membicarakan masalah apapun yang sedang dihadapi.  Bilang sama suami, kalau saya akan berbicara di atas panggung, saya minta maaf dan peluk.

    Komitmen dari awal adalah bahwa saya milik keluarga kalau di rumah, namun saat di panggung, saya menjadi milik audience dan pihak penyelenggara, sehingga jangan sampai mereka kecewa karena perform saya tidak maksimal. Dan semua itu terletak pada mindset.

Yang ingin tahu lebih dalam tentang sosok Febrianti Almeera, bisa ke berkunjung ke blognya :
febriantialmeera.wordpress.com.
atau instagramnya @febriantialmeera.

Atau ingin mengenal pasangan yang dipertemukan saat sedang berhijrah, bisa blogwalking juga ke ulumdecisionblog.wordpress.com dan instagaramnya @Ulum Decision.

Sekian resume dari saya, dan selamat atas suksesnya launching Rumah Belajar Public Speaking Institut Ibu Profesional, Bandung.

Dan ini beberapa anggota RB Public Speaking yang unjuk kebolehannya di hadapan kami. *emak-emak kece yang senantiasa belajar.

Bagi kami, belajar tak berkesan bila tanpa berfoto bersama.

banner
Launch RB Public Speaking.

Dan berikut adalah beberapa tema  Public Speaking yang akan dipelajari dalam 10 pekan ke depan termasuk hari ini, yaitu :

  1. Urgensi public speaking bagi seorang ibu.
  2. Trik tampil lebih percaya diri.
  3. Teknik opening dan closing.
  4. Be expert story telling.
  5. Rahasia mempengaruhi orang dengan kata-kata: Persuasive technique.
  6. Vocal technique.
  7. Body language technique.
  8. Metode NLP yang dinamis.
  9. Great slide presentation.
  10. Final presentation.

Selamat belajar, Ibu-Ibu pembelajar. Semoga semangatnya terus membara tak pernah padam.

Fightiiing….!

 

Advertisements

2 thoughts on “[Reportase] Launching RB – Public Speaking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s