Review dan Arisan Blog Walking

Lidha Maul : Kreatifitas Tanpa Batas

Terkesan dengan mba Lidha adalah saat pertama kali ikut arisan Blogger Perempuan. Beliau adalah blogger pertama yang komentar di blog saya yang sederhana ini. Dan ternyata, berikutnya saat saya baru posting tulisan parenting, mba Lid adalah salah satu yang rajin BW dan meninggalkan jejak. Terharruuu….

Salah satu blog favorit saya adalah blog mba Lidha ini, yang diberi nama Bulir Jeruk. Dengan tampilan yang sederhana namun tetap eye-catching. Ringan dan tulisannya selalu imajinatif – kreatif. Entah mba Lid ini terinspirasi dari mana, karena ketika saya bertanya masalah bacaan, beliau tidak menyebutkan genre khusus, suka fiksi dan non-fiksi, begitu jawabnya. Namun point penting dari membaca adalah proses menghayati bacaan itu sendiri. Jadi kalau terburu-buru dalam proses membacanya, maka akan terasa kurang nikmat.

Profesi guru yang digeluti mba Lid dulu, menginspirasi tulisan beliau mengenai Guru Apalah Apalah (part 1) dan part 2. Sangat dalam ceritanya, karena disertai dengan gambaran suasana yang terjadi saat itu. Dari mulai cara murid-muridnya berbicara, sampai gaya berpakaian dan bersikap, semua lengkap diceritakan dengan gaya bahasa yang asik dibaca. Seperti membaca novel yang diangkat dari kisah nyata. Saya jadi terpukau dengan ketabahan dan kekuatan mba Lid menghadapi murid dan lingkungan “asing” seperti itu. Jadi ingat drama Jepang yang berjudul Gokusen. Keteguhan seorang guru yang mengajar anak didik penuh tantangan.

Setelah sering BW ke beberapa sahabat di Blogger Perempuan, saya jadi suka sekali memperhatikan hal-hal yang (mungkin) dianggap pembaca adalah hal biasa. Yaitu design header. Kalau di blog mba Lid ini, kita bisa lihat berbagai macam design header saat mba Lid menuliskan artikelnya. Menarik – imajinatif – dan kreatif.

Suka gaya imajinasi mba Lid. Sama banget kesukaannya. Yang lucu, soft dan simple. Soal gambar header yang sesuai dengan nama blognya yakni bulir jeruk, filosofinya adalah buah jeruk yang kaya akan vitamin C. Jadi harapannya, blog mba Lid bisa jadi vitamin C untuk para pembacanya.
Filosofi lain yang tersirat dari bulir jeruk adalah gambar sepeda dengan tetesan buah jeruk. Menurut mba Lid, sepeda dengan tempat duduk satu, yaitu mba Lidha sebagai pengendaranya adalah penggambaran si empunya blog yang berkarakter sederhana dan romantis. Membuatnya sendiri hanya menggunakan sketsa di atas kertas dan pena sebagai alat gambarnya, lalu dituangkan ke photoshop. Wuuiih….kayanya seru yaa, mba…bikin imajinasi yang sesuai dengan karakter kita.
Untuk kata-kata “when every drop has a story” itu:
Karena bulir jeruk bentuknya mirip tetesan air, berbeda dengan bulir jagung atau padi. Sedangkan tetes sendiri bahasa Inggrisnya adalah ‘drop‘, yang berarti jatuh. Di headernya ada jeruk jatuh. Jadi maksudnya postingan mba Lid ini mirip rasa jeruk, yang bisa berasa manis, asem, sepat, atau malah pahit.

bulirjeruk

Kenapa gak menggunakan nama asli sebagai nama blognya?
Mba Lid mengaku belum PD menggunakan nama sendiri, karena masih newbie.
*aah….mba Lid bisa aja deeh…^^

Dimulai dari cinta pertama mba Lid pada blognya yang terdahulu, lalu memutuskan untuk hijrah ke blog dengan TLD sendiri, itu merupakan kisah yang manis untuk dinikmati pembaca. Bagaimana menguraikan kisahnya dari mulai pindah rumah dan dihubungkan dengan bulan yang sama dengan anniversary pernikahannya, sampai ke cinta pertama mba Lid, yang ternyata bukan suaminya….Lalu siapaa??? Baca selengkapnya di postingan Cinta Pertama, Gerhana Matahari Dan Rumah Baru.

Karena mba Lid memiliki kreatifitas tanpa batas, maka ada beberapa postingan mengenai DIY (Do It Yourself). Menarik sekali, karena dari hal-hal kecil yang saya sendiri tidak pernah membayangkannya, bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Contohnya : kulit bawang. Pernah terpikir gak…kalau kulit bawang putih bisa dijadikan hiasan di rumah?

Apa yang terjadi saat setelah mengupas bawang?
Akan dikemanakan kulit bawangnya?
Biasanya dibuang bukan?
Sama dong.
Sampai saya melihat suatu artikel DIY (Do It Yourself) tentang membuat rangkaian bunga dari sisa-sisa di dapur, saya tertarik untuk berbuat serupa. Sisa dapur yang saya gunakan adalah; “kulit bawang”

Begitulah kalimat pembuka yang ditulis oleh mba Lid. Bikin yang membacanya penasaran, jadi gak mau berhenti. Baca di postingan berikut DIY : Hiasan Kulit Bawang. Cakeep, kan??

kulitbawang
Karya mba Lidha : DIY kulit bawang putih

Sekian review dari saya tentang Blogger Balikpapan yang kreatif ini. Semoga bermanfaat dan banyak hikmah yang dapat dipetik dari setiap membaca.

With love,
lendyagasshi.

 

Advertisements

8 thoughts on “Lidha Maul : Kreatifitas Tanpa Batas

    1. iya, mba Rita…
      selama ini yang kebayang cuma kerdus bekas, plastik minuman, dan bahan anorganik lainnya.

      Gak pernah kepikir kulit bawang….
      Kreatif sekaliii….

      Like

  1. Ini so sweet banget banget Teh Lendy *berkaca-kaca* ditulis dengan hati, jadi berasa dalem 😦
    Aduh maaf, suami saya memang bukan cinta pertama…sejujur-jujurnya, maaf ya 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s