drama korea

[2015] Heart To Heart : Makes Me Alive

Pemilihan judul drama yang akan ditonton setelah beres nonton satu judul drama itu gak gampang looh… Saya kerap kali dihinggapi perasaan kurang pas dalam memilih genre drama dan memilih untuk menonton dengan setengah hati. Itu Big No No buat saya, sebenarnya.

Kenapa?

Nonton drama tidak hanya melihat aktor lead male dan lead female nya saja doonk…tapi juga jalan cerita, OST yang menghiasi sampai siapa penulisnya.

Heehe…pembukaannya panjang. Saya pingin cerita santai saja, tentang drama yang baru saja beres saya tonton.

Judul Drama      : Heart To Heart (하트 투 하트 / Hateu to Hateu)
Penulis naskah : Lee Jung-A
Sutradara            : Lee Yoon-Jung
Network              : tvN
Jumlah episode : 16 episode
Durasi                  : 60 menit

The Cast :

. Choi Gang-Hee sebagai Cha Hong-Do / nenek Oh Young-Rae
Pemeran utama wanita ini sudah tidak asing bagi saya, karena beberapa dramanya sudah pernah saya tonton.Yang berkesan saat ia bermain sebagai lead female juga dengan Ji Sung oppa dalam Protect The Boss.

. Chun Jung Myung sebagai Ko Yi-Suk
Sejujurnya, baru pertama kali saya melihat lead male nya kali ini. Wajahnya jauh dari kesan Korea, yang putih, bersih dan mulus. Badannya manly (meskipun gak banget kaya So Ji Sub), namun lumayan “berisi” dengan suara berat khas laki-laki.

. Ahn So-Hee sebagai Ko Se Ro
Berperan sebagai adik Ko Yi-Suk ini merupakan second lead female yang sering juga disorot dari pertama kali kedatangannya di layar kaca. Mantan personil girl group, Wonder Girls ini dulunya beken sebagai penyanyi dan penari, maka dalam drama ini, kita bisa menikmati aktingnya. Seru juga karakter yang dimainkan. Manja dan tipikal adik yang sayang kakak.

. Lee Jae-Yoon sebagai Jang Doo-Soo
Pertama kali melihat si detektif Doo-Soo Jang (panggilan sayang Ko Se-Ro) seperti melihat Jong-Kook oppa yaa…Bentuk rahang, tipikal wajah yang tegas, sampai postur tubuh yang tinggi tegap. Namun sayangnya di sini doi kalah bersaing mendapatkan cinta si Cha Hong-Do (seperti biasa, lead male nya yang menang. Fyuuh~~)

Mengikuti drama ini pada episode awalnya akan terasa sangat lucu sealigus miris. Karena si pemeran utama, Hong-Do menderita penyakit anthrophobia, yaitu penyakit ketakutan berhadapan dengan orang asing. Sehingga Hong-Do tidak pernah bisa keluar rumah tanpa helm di kepalanya untuk menutupi wajahnya. Sampai suatu saat ia membaca buku tulisan Ko Yi-Suk, yang saat ini sedang menjadi perbincangan publik. Karena selain ketampanannya, ia juga seorang dokter di kliniknya sendiri yang bernama Heart to Heart. Klinik yang mengobati penyakit mental pada manusia, karena profesinya sebagai psikiater (dokter masalah kejiwaan).

Maka dengan tekad yang kuat, Hong-Do datang ke klinik sang dokter. Namun apa yang terjadi setelah setibanya di klinik?

chahongdo
Ekspresi Hong-Do saat melihat kejadian yang ada di hadapannya

Hong-Do justru disuguhi adegan mengerikan ini. Ko Yi-Suk terlihat seperti menusuk seorang Bapak tua yang merupakan pasiennya.

Makin rumit ketika masalah ini sampai ke tangan polisi dan diselidiki oleh Detektif Jang, orang yang disukai Hong-Do sejak 7 tahun yang lalu, ketika neneknya meninggal.

Sepanjang drama ini kita akan ditunjukkan bagaimana seorang dokter menangani pasien yang memiliki kelainan jiwa. Dan (seperti biasa) akhirnya sang dokter pun jatuh cinta sama Hong-Do dengan segala kekurangannya. Dan Hong-Do (sudah pasti) cinta sama dokter kece ini.

Yang saya pelajari dari drama ini :

  • Belajarlah untuk menjadi diri sendiri. Menerima diri apa adanya dan orang lain akan melihat kita sebagai sebuah kelebihan.
  • Berusaha menuliskan kelebihan di sebuah buku.
    Dengan mengenal kelebihan, kita makin bisa menutupi kekurangan.
  • Untuk orang tua, berani berkata salah bila memang salah. Dan mengungkap kebenaran.
  • Tidak membedakan anak, meski kembar sekalipun.
    Karena mereka masing-masing punya impian yang berbeda.
  • Belajar memaafkan dan menghargai orang lain tanpa melihat latar belakang orang tersebut.
hth
Hubungan love-love relationship antara dokter dengan pasien yang mematahkan hati seorang detektif.

 

Kekurangannya :

  • Drama-drama keluaran tvN biasa menyuguhkan adegan dewasa dengan porsi yang lumayan banyak. Adegan kissu nya aja kalau dihitung-hitung bisa lebih dari 5 kali. Belum lagi ada adegan ranjang. Gak banget siih…hanya jadi bumbu yang mengarahkan ke penonton untuk berpikir ke sana.
  • Agak plain begitu menginjak episode 13 ke atas.
  • Berakhir happy ending yang kurang greget.
    Menurut saya jadi terlalu panjang kalau dibuat menjadi 16 episode.
  • Pemeran ayahnya Ko Yi-Suk, rasanya kurang pas. Adegan yang seharusnya bisa mengharu biru menjadi rusak karena aktingnya yang standart.

Naah…karena di beberapa point kekurangan adalah pendapat saya sebagai (calon) sutradara penonton, jadi harap maklum yaa…kalau rada-rada sotoy atau sotoy banget. Abis gimana yaa…ekspektasi saya agak tinggi melihat drama ini, karena berhasil bikin saya begadang karena ingin segera tau endingnya (yang ternyata kurang greget).

Tapi yaah, setidaknya ini menjadi salah satu koleksi pengetahuan drama saya tentang penyakit kejiwaan seseorang. Oya, menurut saya, drama ini juga kurang menyoroti proses recovery dan therapy apa saja yang diberikan seorang dokter kepada pasiennya. Sayang yaa…

Sekian review tentang drama tahun lalu yang baru saya tonton beberapa hari ini. Mungkin ada yang tidak sependapat dengan saya..? Silahkan tulis di kolom komen.

Khamsahamnida, chingudeul.

Salam hangat,
lendyagasshi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s