Diskusi · Family Stories

Komunikasi Produktif #day8

Apakah saya termasuk orang tua yang terlambat mengajarkan kemandirian pada anak…?Jawabannya, bisa jadi.

Karena di usia kaka Ai yang menginjak 6 tahun dan adik 4 tahun, ada beberapa kemandirian yang masih menjadi PR besar buat saya.

♥ Ai ♥

Checklist kemandirian kaka yang belum dilakukan :

Mandi sendiri
Makan sendiri
Menyiapkan peralatan sekolah sendiri
Menyiapkan baju sekolah sendiri
Membuat susu sendiri

Checklist yang sudah dapat dilakukan kaka dengan konsisten :

√ Mampu beristinja’ sendiri
√ Mampu memakai celana sendiri
√ Menaruh piring dan gelas kotor ke bak cucian
√ Menaruh baju kotor ke ember cucian
√ Tidur sendiri
√ Bangun pagi sendiri

Kadang-kadang dilakukan namun membutuhkan arahan :

± Membereskan mainan
± Cuci piring
± Merapikan tempat tidur

 

20170202_043016

♥ Hana ♥

Checklist kemandirian adik yang belum dilakukan :

Mandi sendiri
Makan sendiri

 

Checklist yang sudah dapat dilakukan adik dengan konsisten :

√ Mampu beristinja’ sendiri
√ Mampu mengambil gelas sendiri dan mengisinya
√ Tidur sendiri
√ Memakai sandal atau sepatu sendiri

 

Kadang-kadang dilakukan karena membutuhkan arahan :

± Memakai celana sendiri
± Cuci piring
± Membereskan mainan
± Menaruh piring kotor dan cucian kotor ke tempatnya

Untuk masalah bersosialisasi, alhamdulillah…baik kaka maupun Hana tidak menunjukkan adanya kesulitan.

Yang saya lakukan dari ke hari adalah memberikan pembiasaan. Untuk makan sendiri, saya tekankan bahwa makan seadanya, apa yang sudah dihidangkan. Pada saat weekend, biasanya kami memilih untuk memasak sendiri menu yang diinginkan untuk melatih kerjasama dan keterampilan di dapur. Dan pembiasaan ini, saya lakukan secara bertahap. Dari mulai makan siang dulu dengan konsisten, lalu bertambah dengan makan malam.

 

Dalam hal kemandirian ini, saya merasa komunikasi saya dengan anak-anak masih belum baik. Dan rumah yang masih belum ramah anak.

Misalnya :
Ingin anak bisa mandi sendiri, tapi peralatan mandi masih di luar jangkauan anak.
Jadi bagaimana anak mau belajar?

 

Jadi PR berikutnya untuk kami adalah menaruh barang-barang keperlan anak yang mudah dijangkau dan membiasakan mereka untuk melakukan aktivitas keseharian, satu demi satu selama sebulan. Setelah menjadi kebiasaan, maka ditambah lagi keterampilan berikutnya.

Semoga efektif dan bisa berjalan baik.

 

Kepada suami,
saya merasa akhir-akhir ini sedang tidak berkomunikasi dengan produktif. Selain kami sedang mencoba mengatasi masalah keluarga, maka sedikit-banyak, saya merasa kurang nyaman. Ada perasaan enggan dan hanya berbincang seadanya.

Sampai kapan masalah ini berlarut-larut dan mempengaruhi hubungan kami?
Semoga ada setitik cerah jalan keluar yang bisa memperbaiki hubungan kami.

 

Sekian kisah keluarga Arief hari ini.

Salam hangat,
-lendyagasshi-

 

 

#komunikasiproduktif
#hari8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s