Diskusi · Family Stories

Komunikasi Produktif #day9

Judul : “Ketika Anak Butuh Privacy”

Malam ini. saya hanya bisa mendengarkan celoteh anak-anak dari balik pintu kamar. Karena Kaka bilang,”Mama….di luar dulu yaa… Kita mau ngomong rahasia.”

Tentu yang dimaksud “Kita” di sini adalah, Ai dan adiknya, Hana.

Huuff~~

Saya meng-iya kan dan sekarang sedang asik mendengarkan kaka sedang dicurhatin adik mengenai sahabatnya di sekolah yang hari ini tidak masuk karena sakit. Lalu ada teman adik yang kerap menendang kalau sedang kesal.

Amazingly,

Kaka tidak hanya mendengarkan, tapi juga memberi advice. Jadi obrolan mereka benar-benar dari dua arah. Dengan tema yang randomize.

Hiihii….
Ini mungkin salah satu bonus kebahagiaan yang dilimpahkan Allah ketika anak berjenis kelamin sama, perempuan dan dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh.

picsart_01-31-09-56-47

Apakah ada yang merasakan hal yang sama?

Mereka memang butuh teman di luar saudara, tapi mereka tidak akan pernah kesepian. Karena saling melengkapi satu sama lain.

 

Hingga Abi tiba di rumah, anak-anak berebut bercerita pada Abi tentang apa saja yang mereka alami seharian ini. Plus nyanyian yang baru diajarkan Ibu Guru hari ini beserta tariannya yang mengundang tawa kami semua.

Karena kelelahan, Abi beristirahat lebih dulu.
Dan anak-anak otomatis mengerti dengan tidak berani menganggu Abi lagi dengan celotehan dan pertanyaan ajaib mereka. Pintu kamar segera ditutup rapat, “Agar Abi tidak kedinginan.” Begitu kata kaka.

Saya pun segera mengarahkan anak-anak untuk segera beristirahat.

Sebelum tidur, Hana menagih ingin dibacakan cerita tentang “5 Petualang” dengan tema Bangun dan Warna. Ini buku cerita yang sederhana. Menceritakan tentang persahabatan 5 petualang dengan tema yang berbeda dan ditulis menggunakan dua bahasa. Kadang, saya iseng juga, membacakan cerita menggunakan bahasa Inggris. Hanya untuk pembiasaan agar mereka mengenal.

Dan pembelajaran berikutnya adalah pembiasaan memisahkan kamar antara orang tua dan anak. Saya bantu anak-anak tidur dan saya cium. Tidak lupa, mengingatkan untuk berdoa. Lalu saya tinggal dengan pintu saya tutup. Namun tidak serta merta saya tinggal begitu saja. Saya masih duduk di depan pintu. Kalau-kalau anak=anak ada yang membutuhkan bantuan.

Alhamdulillah,
pembiasaan ini mengajarkan anak agar mereka terbiasa tidur sendiri. Selain itu, berpisah kamar dengan orang tua adalah adab.

Semoga melatih kemandirian yang saya lakukan sedikit demi sedikit ini bisa berbuah kebaikan untuk masa depan.
Aamiin.

Salam hangat,
-lendyagasshi-

 

#komunikasiproduktif
#hari9
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s