Diskusi · Family Stories

Komunikasi Produktif #day10

picsart_02-03-05-39-48

Pernah bermain pretend play sama anak-anak?
Tapi kalau dibilang pretend, ini murni mama gak pinter gambar siih….Jadi beneran, mama jadi murid kelas gambarnya kaka dan Hana.

Setiap Kamis (hari ini tanggal 2 Februari 2017), Ai dan Hana mendapat pelajaran tambahan di sekolah RA Permana Asih, yaitu menggambar dan mewarnai bersama guru menggambar kesayangan anak-anak, Kak Erna.

Kak Erna selalu mengajarkan teknik menggambar yang mudah dan anak-anak banget. Simple serta mudah dipahami. Membayangkan mengajar anak-anak mungil dalam jumlah besar (47 siswa). Heboh gak siih?

Apalagi siswanya dari range usia balita.
Heeuheuu…kebayang repotnya!

Eh, kok jadi bayangin repotnya Kak Erna mengajar siih…?
Jadi maksud saya, saya gak berekspektasi tinggi. Kalau kaka bisa, itu karena ketelatenan Kak Erna mengajar dan mengulang kembali sampai anak-anak paham.

Naah…
Malam ini, kaka mengambilkan kertas kosong untuk Mama dan Hana, yang akan diajarkan menggambar pesawat dan bis, katanya.

Dan sungguh saya mengagumi kelebihan kaka. Bagi saya, yang tidak bisa gambar, saya tidak punya tolak ukur. Namun bagi Abi yang kuliahnya memang ada hubungannya dengan seni, maka dari sejak kecil, biasa diajak menggambar. Teknik paling sederhana untuk anak usia 1 tahun kala itu yang paling saya inget adalah membuat lingkaran penuh dan bertemu lagi di garis awal.

Amazingly,
Abi pun berpendapatĀ kaka bisa menggambar. Karena sudah bisa mempertemukan antara garis awal dan akhir dengan baik.

Kembali ke cerita malam ini yang menyenangkan buat saya. Kaka selalu memuji setiap tarikan garis yang saya lakukan. Tak lupa, ia juga memuji Hana. Kalaupun saya sedih karena salah menarik garis, kaka selalu mengatakan,”Gak apa-apa, Mama…bisa diperbaiki. Gini niih, Ma…

Mashaallah.

Sampai Mama selesai mewarnai gambar yang dibuat bersama-sama. Kami berdiskusi, warna apa pesawat kami. “Mama hijau, karena Mama pingin pesawatnya adalah Batik Air.

Aku juga aah…kata kaka.

Hana pun tak ketinggalan.

Setelah semua selesai, Hana yang paling terakhir. Namun kaka dan saya tidak berhenti memberi semangat.

Ayoo….Hanaaa, selesaikan mewarnainya….

Sudah bagus itu Hana.

Hana rapi euiii….mewarnainya.

Itulah puja-puji yang kami lontarkan untuk menyemangati Hana. Namun ada kalanya Hana mengatakan “Nunu gak suka gambar. Besok kalau ada kak Erna lagi, Nunu mau ikut Mama aja.

Hehehee…dalam hati ((Apa Hana lupa yaa…kalau di sekolah, mana ada Mama?)).
Tapi yaa…sudahlah. Biarkan Hana tenang dengan bayangan “Kalau ada saya” di sampingnya.

20170203_053734_1

Malam ini memang istimewa. Karena tadi siang, ada Bu Guru sekolah melakukan home visit. Guru dari RA Permana Asih memang rutin mengadakan program ini. Mungkin ini juga yang menjadi saya percaya menitipkan anak-anak bersekolah di sini. Karena sekolah selain mengajar dengan bermain dan tidak menuntut anak untuk menulis, membaca dan berhitung juga mensinkronkan dengan pengasuhan di rumah. Jadi kebaikan akan tertanam dari kebiasaan. Baik dari lingkungan rumah maupun sekolah.

Jazzakumullah khairan katsiron, Bu Guru.
Bu Imas, Bu Tari dan Bu Har.

Untuk komunikasi terhadap suami, saya ini tipe orang yang memiliki kecenderungan mudah melupakan. Mugkin ini juga yang membuat saya suka mencari pintu kemana saja versi saya untuk menghilangkan sejenak, apa yang sedang menjadi pikirkan.

Mudah stres namun juga mudah release.
Namun sebenarnya tidak sebenar-benarnya release.

Ini yang membuat saya susah berkonsentrasi dan kadang malah seperti orang yang tidak fokus.

Semoga apa yang saya alami ini tidak berlarut-larut dan segera menemukan jalan keluar.
Aamiin.

Apakah setelah saya menyelesaikan tantangan komunikasi produktif #hari10 ini akan berhenti menulis tentang kisah keluarga kami?
Semoga tidak.

Karena dengan menulis ini, saya merasa bisa merenung lebih dalam tentang apa saja yang sudah saya alami, dan benarkah begini langkah yang saya ambil?

Perenungan.

Ya,
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa mengambil hikmah dari kesalahan sebelumnya.

^^

Akhir kata,
terima kasih, Bu Septi.

Dalam kelas Bunda Sayang, saya mempelajari banyak hal berharga. Semoga, saya masih bisa mengikuti kelas-kelas Ibu selanjutnya dan makin menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga.

Salam hangat,
-lendyagasshi-

#komunikasiproduktif
#hari10
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip

 

Advertisements

One thought on “Komunikasi Produktif #day10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s