Family Stories

Melatih Kemandirian #day2

Postingan pertama saya mengenai melatih kemandirian anak #day1 sepertinya menjadi mood booster tersendiri untuk saya. Saya menjadi tertantang untuk makin giat mengkonsistenkan kemandirian tersebut. Namun, saya jadi berpikir….kemandirian apa yang akan saya latihkan untuk diri saya sendiri?

Di sela-sela kebersamaan saya dan suami, saya membuka pembicaraan ringan.

“Bee,
Mee tuuh…perlu latihan apa yaa…tentang kemandirian?
Kemana-mana, Mee bisa sendiri. Alhamdulillah…

Lalu apa…?”

Abi memberi waktu saya untuk berpikir, yang sebenarnya (kalau boleh jujur)…ada satu kekurangan saya yang sampai saat ini kerap mengganggu psikologis saya.

Heem,
Mandiri Finansial.

Saya ini (mencap) diri saya boros. Saya tidak mampu mengatur keuangan apalagi melakukan pencatatan secara mendetail setiap hari.

Pernah saya lakukan….duluuu….saat masih pengantin baru.
Namun seiring berjalannya waktu, saya makin (merasa) gak sanggup melakukan pencatatan-pencatatan.

Untuk pengeluaran rutin, saya memilih menggunakan cara alokasi dana yang diletakkan di amplop-amplop. Tujuannya siih…agar kalau sudah waktunya bayar, tinggal kasih-kasih.

Tapi metode ini nampaknya kurang efisien bagi saya. Karena untuk pengeluaran tidak rutin (occasional) dan biaya tak terduga, saya kerap kelabakan dan ujung-ujungnya menjebol alokasidana yang lain.

Heuu…
Saya merasa mengikuti seminar yang diadakan Bunda Isti belum merasuk ke jiwa saya. Meskipun sudah ikut lebih dari 3 kali seminar menganai “Financial Planning“.

im-possible
Jadi semangat kalau lihat kata-kata motivasi ini

Oke,
Saya kali ini maju dengan tantangan ini.

Resolusi saya tentu, setelah membiasakan diri melakukan pencatatan rutin yang dimulai dari tanggal gajian (suami) hingga akhir bulan. Mudah-mudahan akan ketahuan dimana letak kebocoran keuangan yang terbesar selama ini.

 Untuk melatih kemandirian kaka, mengenai bersuci setelah BAB masih terus konsisten saya lakukan. Dengan berurai air mata sekalipun.

Heeuheuu…kaka BISA!
Mama YAKIN.

positif

 

Untuk adik Hana,
Alhadulillah…saya menemukan jawaban dari segala kegundahan saya. Setelah menanyakan ke grup parenting yang sedang saya ikuti, jawabannya adalah…

“Biarkan anak makan sesukanya. Karena makan adalah kebutuhan.
Jika ia tidak lapar, mungkin memang ia sedang tidak merasa lapar.

Dan berikan makanan yang dia sukai.”

Nahh…
Di sini saya dituntut untuk TEGA dan TEGAS.

Semoga kami bisa konsisten melakukan apa yang tanamkan untuk anak dan diri sendiri.

Salam hangat,
lendyagasshi

 

#tantangan10hari
#hari2
#bundasayang
#melatihkemandirian
#kemandiriananak
#kemandirianpasangan

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s