Family Stories

Melatih Kemandirian #day4

Hari Ahad ini, saya ada agenda yang mengharuskan berangkat pagi. Selain karena letaknya yang agak jauh dari rumah, Abi juga sudah memastikan tidak bisa mengantarkan saya sampai ke tempat tujuan. Lagi-lagi ketika saya menawarkan untuk membawa kendaraan sendiri saja (agar tidak merepotkan), tidak diijinkan. Katanya,“Sore biasanya hujan, nanti kalau Mee naik motor takutnya kehujanan.”

Kondisi anak-anak masih bersantai, karena hari libur, dan keinginan saya untuk segera berangkat, maka Abi mengambil jalan tengah untuk memesan kendaraan buat saya.

Heem~~
Alhamdulillah…

flp

Hingga acara (hampir) selesai, anak-anak dan suami sudah menunggu di gedung tempat saya mengikuti acara. Keriuhan anak-anak saat di gedung, membuat saya ingin segera menyudahi acara yang sudah dilaksanakan dari pagi hingga sore kali itu. Lelah juga….dan sekarang giliran saya mencurahkan waktu untuk keluarga.

“Dapet sisa-sisa energi”, batin saya.
Namun saya tetap optimis, kalau pengasuhan dual yang sedang saya jalani saat ini adalah yang terbaik. Maksud saya meninggalkan anak, bukan karena kesibukan dan kebutuhan semata, namun lebih ke mendekatkan diri antara Ayah dan ke kedua anak perempuannya. Yang jika di hari kerja, bisa jadi kaka dan Hana hanya beberapa jam saja bertemu dan bercengkrama dengan Abinya.

Sepulangnya,
saya dapat cerita banyak dari kaka dan suami. Senangnya~~

Termasuk cerita gagalnya Hana ke toilet. Ia kembali mengompol dan Abi sempat mencurahkan ketegasannya untuk melatih Hana bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukannya. Dan seperti anak kecil pada umumnya, Hana merasa terintimidasi dan menangis. Heeuuheuu…

Untuk masalah aduan begini, ada teknik Clear and Clarify yang sudah diajarkan Bunda Septi. Sehingga, saya menunggu waktu yang tepat untuk menanyakannya pada Hana. Saya berusaha memahami perasaan Hana yang sedang menjadi trending topic hari itu. Betapa tidak enaknya….

Namun uniknya, Hana ini dari segi emosional (menurut penilaian saya) lebih matang. Ia tidak merasa terganggu dengan omongan kaka. Dan saya tidak banyak bertanya pada kaka. Saya hanya menjadi pendengar pasif.

Alhamdulillah,
Kaka tidak menunjukkan tanda-tanda regresi atas latihan kemandiriannya. Kaka tetap menjadi anak yang bahagia dan senang bisa melakukan semuanya sendiri.

Regresi Hana berikutnya di hari ini adalah saat makan. Saya tahu, hari ini ia hanya makan beberapa biskuit coklat dan minum. Namun apa yang terjadi ketika makan malam tiba?
Hana lagi-lagi sibuk mengerjakan yang lain.

“Hana mewarnai dulu, Ma.” Begitu tawarnya.

Saya juga dengan tega, membiarkan ia menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Meskipun dalam hati gemeessh banget!
Gatel pingin bantu nyuapin. Tapi semakin saya melayani dengan ketidak konsistenan saya, maka akan membuat Hana tidak mandiri.

Bismillah…

Hanya masuk beberapa suapan, dan ia mengeluh “Ngantuk…Ma.”
Jadi saya hanya mampu tersenyum (gemeesh!!). Kita sudahi acara makan malam dan segera berberes untuk menyiapkan hari seklah besok.

Membimbing kaka melakukan persiapan dari mulai buku, map dan seragam yang akan dikenakan di hari Senin. Tak lupa ditaruh di depan pintu kamar mandi. Sehingga besok tidak terburu-buru.

teddy-bear-1968202_1280
Have a good sleep, baby…

Hari yang melelahkan. Namun alhamdulillah…dengan menuliskan jurnal ini, mengingatkan saya banyak hal. Bahwa anak-anak akan lebih mengerti apabila dilakukan pendekatan agama.

Mengapa mengompol itu tidak boleh sampai memberi pemahaman ke kaka bahwa kemandirian yang mama bekalkan ke kaka, kelak akan bermanfaaat seperti kisah Bunda Hajar yang mempelajari banyak hal. Dan siapa yang menyangka bahwa ilmunya tersebut bisa digunakan saat ada perintah dari Allah untuk berada di gurun pasir seorang diri dan (hingga akhirnya) keluarlah air zam-zam dari tumit Nabi Ismail.

Dengan memperdengarkan kisah Nabi, anak-anak makin termotivasi untuk melakukan hal yang lebih baik dan lebih baik lagi. Namun tentu, balik lagi dan lagi…kuncinya terletak pada konsistensi kedua orang tuanya.

Terima kasih untuk hari ini, Bee.
Semoga sharing ini bermanfaat.

Salam hangat,
lendyagasshi

#tantangan10hari
#hari4
#bundasayang
#melatihkemandirian
#kemandiriananak
#kemandirianpasangan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s