Family Stories

Melatih Kemandirian #day9

Akhir-akhir ini sudah mendekati pelatihan kemandirian di hari ke-10, saya mulai lengah mendokumentasikan. Ada saja alasan untuk tidak melakukan hal tersebut, sehingga dari hari ke hari saya lewatkan dengan santai (melakukan tugas lain).

Hingga hari dimana saya mendapatkan Camilan #3 pada Materi Melatih Kemandirian Anak.

Ayah Bunda, Biarkan Anakmu Berproses

Jika anak kerap meminta secara berlebihan dan selalu ingin dilayani, layaknya kita waspada. Apa yang terjadi pada diri anak kita kemungkinan sinyal bahwa ia tidak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Namun jangan pula terburu-buru menyalahkan anak. Sebab apa yang terjadi tak lepas dari bagaimana kita mendidiknya.

Melatih anak mandiri memang bukan persoalan gampang. Seringkali orang tua bersikap ambivalen dalam menghadapi anak. Di satu pihak mereka menuntut anak menjadi mandiri, namun di sisi lain orang tua kurang berteguh hati untuk memberikan kesempatan pada anaknya untuk mencoba. Padahal keyakinan diri anak-anak tumbuh ketika mereka menyelesaikan aktivitas kemandirian mereka. Bagi anak, dengan memberikan kontribusi dalam keluarga, mereka melihat dirinya sebagai anggota yang penting dari “tim” keluarga. Di samping itu, ketika mereka menguasai keterampilan baru mereka merasa berkompeten.

Sikap bijaksana orangtua memang sangat diperlukan dalam membentuk kemandirian anak. Orang tua tidak perlu bersikap terlalu melindungi. Berikanlah anak kebebasan untuk mengungkap segala keinginan dan pikirannya. Orang tua juga tidak perlu malu atau gengsi jika anak melakukan kesalahan.

Ukuran kebenaran bagi anak tidak dapat dilihat dari kacamata orang dewasa. Lagi pula dari kesalahan itu, anak akan belajar lebih banyak. Ingatlah, bahwa orang tua tidak selalu ada di samping anak untuk membantunya seumur hidup. Karena itu, ketika anak belajar mandiri, tunjukkanlah bahwa orang tua memperhatikan hal-hal yang mereka lakukan. Pujian dan dorongan akan memotivasi anak dan membuat mereka merasa bangga.

Anak-anak senang ketika mereka diliputi kehangatan yang mengalir dari persetujuan orang tua yang selalu mereka cari. Anak juga berharap orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka. Karena bila larangan itu hadir, kelak anak akan menjadi bingung dan kehilangan respek terhadap orang tua yang tidak memberikan kepercayaan dan tanggung jawab.
Maka Ayah Bunda biarkanlah anak mandiri dan bertanggung jawab, meskipun hasilnya belum maksimal, terus fokus mendampingi anak berproses secara bertahap.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚 Bahan Inspirasi :
Nina Chairani & Nurachmi W., penyunting. Biarkan Anak Bicara, Jakarta. Republika, 2003
William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004

 

Kadang terasa lambaaan….sekali kemajuan kemandirian anak-anak (dan diri ini sekalipun). Terasa butuh dipecut. Namun pemaksaan, akan membuat anak jera dan terpaksa melakukan itu semua. Jadi saya hanya bisa menikmati membersamai anak.

Alhamdulillah,
meskipun kemandirian yang saya latihkan ke kaka belum sepenuhnya ia lakukan sendiri, namun saat ini kaka tidak banyak membantah. Ia memang anak yang patuh sedari kecil.

Bagaimana dengan Hana…si 4 tahun?
Ia pun sudah mulai bisa melakukan apa yang dirasa perlu untuk tubuhnya. Dan sesekali meniru kebiasaan kaka. Ini tentu sangat membantu sekali.

Maka dari itu,
saya cenderung melatih kemandirian kaka dengan lebih konsisten agar untuk anak berikutnya, ia bisa menjadi role model yang baik.

Sesekali bila anak-anak lupa, saya kembali meluruskan dengan cara mengingatkan. Namun untuk target malatih kemandirian untuk diri sendiri, saya merasa masih sangat kurang atau bisa dibilang gagal.

motivation

 

Dan faktor, tidak ada rekan untuk saling mengingatkan ini juga yang menjadi kesulitan. Sehingga saya mengakui, pengeluaran bulan ini banyak yang bocor. Tidak hanya bocor halus, tapi juga sudah semakin membesar.

Ada beberapa keperluan yang dirasa belum begitu perlu, namun tetap saya lakukan karena nafsu. Dan akhirnya menyesali setelah melakukan.

Semoga Allah meindungikeluarga kami dari sikap malas.
Aamiin.

Sekian tulisan saya hari ini.
Semoga bermanfaat.

 

Salam hangat,
lendyagasshi

 

#tantangan10hari
#hari9
#bundasayang
#melatihkemandirian
#kemandiriananak
#kemandirianpasangan

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s