Bunda Sayang · Family Stories

Family Project #day1

Yeah….
Masih bersemangat mengikuti kelas Bunda Sayang kan yaa…?
((sambil sorak-sorak sembari memegang pom-pom))

Inilah pernyataan yang selalu saya gaungkan dalam hati saya.
Mengapa?
Agar saya selalu merasa haus akan perubahan. Dan hanya mengikuti kelas Institut Ibu Profesional saya dapat merasakan adanya aliran energi positif dan semangat di tiap minggunya.

Kelelahan mengurus rutinitas rumah tangga seakan sirna saat mendapat materi serta tantangan baru.

Kali ini, apakah kiranya yang menjadi #tantangan10hari ke depan?

Jjjeng….

❤ PROJEK KELUARGA ❤

Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.

📌 APA ITU PROJEK KELUARGA

Projek keluarga adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

📌 CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA

a.    Fokus pada proses, bukan pada hasil
b.    Sederhana
c.    Menyenangkan
d.    Mudah – Menantang
e.    Memiliki durasi pendek

📌 KOMPONEN PROJEK KELUARGA

a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reasonable, Timebound.
Maksimum 3 sasaran.

b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan (apabila ada).

c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan

d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi

e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.

📌 BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA

Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI

Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal  yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

📌 BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di Ibu Profesional, forum keluarga seperti ini  terkenal dengan nama “MASTER MIND”. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a.    Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b.    Apa yang sudah baik?
c.    Minggu depan apa yang akan kita lakukan?

📌 CONTOH PROJEK KELUARGA

Nama Projek  : WARNAI DUNIA WARNAMU

Gagasan : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?

Pelaksanaan : Tentukan durasi waktunya, misal  hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal  “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.

Nama Projek :  SUNDAY LIBRARY

Gagasan : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat. Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?

Pelaksanaan : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan  yang muncul selama projek berjalan

AMATI, TERLIBAT, TULIS

📌 AMATI
Aspek Komunikasi Produktif
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

Aspek Kemandirian
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

Aspek Kecerdasan
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? (IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan? (Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? (Spiritual Intellegence/SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang (Adversity Intellegence/AI).

📌 TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.

📌 TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.

Selamat mengunci ilmu dengan amal anda.

Menarik bukan…?

Maka,
saya pun segera beraksi. Malam ini, saat Abi dan anak-anak mulai bersantai dan kami terbiasa berkumpul di satu kamar untuk mencurahkan perhatian pada Abi yang telah lelah seharian bekerja. Anak-anak selalu dengan senang hati memijat badan Abi selama 10 injakan. Kadang kalau ditawar, bisa dapat 20 injakan kaki-kaki mungil kaka dan Hana.

Saya buka dengan percakapan sederhana Untuk kaka dan adik...kira-kira, kakak dan adik sedang senang apa yaa...?

Jawabannya simple.
Main.

Bagaimana membuat Family Project ini agar tampak seperti bermain? Dan saya pun berdiskusi dengan Abi. Ada beberapa ide yang tercetus, diantaranya :

  • Ide 1.
    Memahami dan membaca perasaan.
    Tujuan : Lebih peka dan fokus pada anggota keluarga.
    Alasan : Karena Hana susah membedakan ekspresi marah dan bukan marah.

    Apakah ini masuk kategori SMART (Specific, Measurable, Achiveable, Reasonable, Timebound)…?

    Iya, karena spesifik, beralasan, dan bisa diapresiasi. Namun masalah perasaan ini memang sulit mengukurnya. Saya merasa kalau anak tidak menangis adalah tolak ukur keberhasilannya.

  • Ide 2.
    Sholat berjamaah tepat waktu.
    Tujuan : Melatih anak-anak untuk sholat berjamaah.
    Menumbuhkan fitrah keimanan yang memang sudah ada pada diri anak.
    Mengingat Allah kapanpun, dimanapun, saat mendengar adzan, menghentikan aktivitas sejenak untuk mendirikan sholat.

    Apakah termasuk SMART…?

    Iya,
    Karena spesifik, terukur, dapat diapresiasi, beralasan kuat dan terikat waktu.

    Ini juga yang menjadi target saya dalam menjalani keseharian. Sempat melakukan hal ini bersama teman selama 99 hari, namun begitu sudah 99 hari, maka habit tersebut belum benar-benar tertanam di diri. Sehingga saya ingin mencoba untuk melakukannya bersama anak dan suami.
    Saya akan coba dimulai dari lingkungan terkecil.

  • Ide 3.
    Limit the screen time and be creative!
    Tujuan : Mengurangi waktu anak untuk terpapar gadget apapun bentuknya. Dan memperbanyak aktivitas bermain dan berinteraksi bersama teman.

    Apakah termasuk SMART..?

    Iya,
    karena spesifik, dapat diapresiasi dan beralasan kuat.

Untuk menentukan kami akan melakukan Family Project yang mana, in syaa allah akan kami jajaki satu per-satu. Mana sekiranya yang anak-anak enjoy mengerjakannya. Dan kebetulan, Hana sedang senang sekali mendapat badge bintang buatan kaka. Sehingga beberapa kali, Hana meminta kaka untuk dibikinkan dan disematkan di bajunya sebagai bentuk apresiasi.

Sebenarnya ada banyak sekali kegemaran anak yang bisa dijadikan Family Project. Salah satunya adalah saat saya membiasakan diri mengikuti kelas terjemahan Al-Quran per kata via online, tak jarang kaka dan Hana ikut menghafal. Pun ketika saya membaca hadits. Namun memang saya nya yang belum konsisten.

Semoga dalam proses pembelajaran ini, saya dapat lebih konsisten dan bersemangat dalam tumbuh bersama keluarga yang sehat dan harmonis.
Aamiin.

Sekian rencana dari My Home Team (dan ini PR lagi, karena kami belum menamai tim kami dengan nama yang representatif).

Salam hangat,
lendyagasshi

#bundasayang
#tantangan10hari
#hari1
#myfamilymyteam
#ibuprofesional
#IIP

 

Advertisements

32 thoughts on “Family Project #day1

    1. Bisa, mba Fika.
      Ada beberapa member IIP yang belum punya pasangan, bahkan sudah usia JELITA (Jelang Lima Puluh Tahun) masih mengikuti program Bunda Sayang.

      Tujuannya untuk mengedukasi anak, paling tidak.

      Like

  1. Subhanallah, bagusnya. Saya mendukung sekali family project ini bisa diterapkan oleh keluarga2 Indonesia. Project yang paling menurut saya adalah sunday library dan shalat berjamaah tepat waktu. Inshaallah anak2 yg tumbuh dg kondisi keluarga yang seperti ini akan menjadi manusia2 yg berkualitas di masa depan.

    Like

  2. Mbak Lendy, manteb, terima kasih udah mau rangkumin materi IIP.
    Aku lama gk ngerjain project ma keluarga, paling seringnya melipat baju bersama trus anak2 ngrecokin hehe
    Mau mikir2 jg ah enaknya mau bikin apa thx

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s