Bunda Sayang · Family Stories

Family Project #day9

Merasakan naik-turunnya mood hari ini. Entah kenapa, anak-anak hari ini sangat menguji kesabaran mama.

Sedikit bercerita (mengalirkan rasa) tentang hari ini, karena saya tidak nyaman bercerita di beranda facebook. Mengapa?

Banyak orang yang membaca dan memungkinkan merembet ke hal lain yang justru malah tidak fokus pada solusi.

Jadi siang ini, kami seperti biasa sepulang menjemput anak-anak sekolah, saya sedikit memberi kelonggaran waktu untuk anak-anak bermain dan menentukan akan melakukan apa hari ini. Karena beberapa teman yang biasa main ke rumah, sudah 2 hari ini tidak kunjung menghampiri. Sehingga kami memutuskan untuk tetap menjalankan #onedayoneproject dengan atau tanpa teman bermain.

Ganti baju, makan snack dan bersantai sejenak hingga waktu sholat dhuhur tiba. Lalu santap siang dilanjutkan bermain sejenak di halaman depan rumah. Memberi makan kucing, misalnya.

Waktu istirahat siang pun tiba.

Ai dan Hana masih juga menawar kalau ada hal yang belum diselesaikan. Saya dengan sabar menunggu di tempat tidur sembari pura-pura tidur. Yaa…kadang ketiduran beneran siih…hiihii…

Antara sadar dan tidak, saya mendapati anak-anak masih bermain berdua. Apa saja mereka lakukan. Oke, kalau tidak mau tidur siang, tidak apa-apa, pungkas saya. Tapi tetap, NO TV yaa…

Mereka berdua menurut.

Memang aktivitas bermain seperti biasa….namun kebiasaan anak jika tidak tidur siang sudah tampak. Dari mulai mudah lelah sehingga mudah menangis. Mengadu, kepleset serta anomali-anomali lainnya mulai tampak.

Geram!

Menjelang sore, mereka mengeluh lapar. Maka saya masakkan camilan untuk mengganjal perut anak-anak yang tengah keroncongan sembari menanti makan malam tiba.

Tak berapa lama, Ai menunjukkan hasil karyanya.

Tangan memerah seperti darah. Awalnya saya berpikir, kaka ini bermain spidol (karena saya gak punya cat warna atau cat air).

Dan kaka seperti sudah menangkap sinyal saya bakal marah, ia pun berlari keluar kamar sambil berkata, RAHASIA…..

Kemudian Hana melongok di pintu kamar sambil tertawa bahagia karena tangannya pun memerah semua. Saya minta mereka mendekat, tapi gak ada yang mau mendekati saya dan mereka memilih berlarian ke sana-ke mari.

Akhirnya Hana memberikan sesuatu ke tangan saya.

Kaget.

Terperanjat.

Antara sadar dan tidak sadar, saya mendadak lemas.

Ai dan Hana menggunakan lipstik yang baru saja saya dapatkan dari sebuah media online untuk saya tulis reviewnya mendadak patah. Lipstiknya jatuh dan sudah barang tentu tidak berupa lipstik yang indah nan menawan seperti sedia kala.

Spontan saya menanyakan perihal kejadian ini.

Apa Ai dan Hana tahu, apa yang dipakai mainan ini?.
Mereka kompak menjawab tahu.

Lalu apakah benda ini mainan?
Mereka jawab bukan. Ini punya Mama.

Tapi kenapa dibuat mainan?
Alasan Hana sungguh simple. Karena kaka memulai duluan, dan Hana hanya ikut kaka.

Hilang akal sehat saya, saat itu.

Sehingga anak-anak saya pinta untuk tidak boleh bermain, dan projectnya kali ini membersihkan rumah hingga bersih.

Kaka dengan cekatan membereskan semua mainan dan menaruhnya kembali di kamar main. Memasukkan map sekolah di dalam tas masing-masing (kaka membantu Hana dalam hal ini, karena Hana belum se-cekatan kaka).

 

20170331_225855

Sapu dan bebersih cucian piring yang menggunung. Hana yang kebingungan mau mengerjakan apa, dipanggil oleh kaka untuk membantu menaruh piring atau gelas bersih yang telah di cuci kaka saja.

Saya tidak banyak berkomentar. Hanya memandangi kelakuan bocah sambil merenung, Apakah yang saya lakukan ini sudah benar? Apakah menimbulkan trauma atau efek jera pada anak-anak?

Yang ingin saya tekankan adalah pentingnya memahami arti kepemilikan.
Kalau memang bukan miliknya, izin dulu jika ingin memakai. Dan yang lebih penting adalah mengajari makna serta fungsi.

Kesal saya yang perlahan surut, saya ganti dengan apresiasi kecekatan dan kerjasama Ai Hana dalam melakukan misi hari ini.

Saat sudah tenang, saya kembali mengingatkan bahwa semua barang pasti ada pemiliknya. Jadi jangan pernah menggunakan barang yang bukan miliknya tanpa ijin.

Demikian kisah kami hari ini. Semoga saya bisa senantiasa mengambil hikmah di tiap kejadian.

Salamhangat,
lendyagasshi

#bundasayang
#tantangan10hari
#hari9
#myfamilymyteam
#ibuprofesional
#IIP

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s