Bunda Sayang · Family Stories

Aliran Rasa : Family Project

Because i believe it will be never ending story and everyday the new story will begin…

 

Entah bagaimana saya merepresentasikan kebahagiaan ketika saya mendapat badge yang saya idam-idamkan dalam kelas Bunda Sayang untuk gamification materi ke 3 ini. Saya begitu terobsesi untuk menulis setiap project yang kami kerjakan di tiap harinya. Bukan hanya project yang memiliki tujuan seperti yang Bu Septi arahkan, tapi kadang project kecil, hanya untuk melatihkan rasa yang dimiliki anak-anak saja, kami jalani.

This slideshow requires JavaScript.

Apa yang saya pikirkan ketika kelas berakhir…?

Sejujurnya,
ada kelegaan…namun dalam hati, saya yakin bahwa kisah keluarga kami belum berakhir sampai di sini. Dalam kelas Bunda Sayang hanya mengarahkan dan memberi clue bagaimana sebaiknya keluarga itu berjalan. Namun proses ini akan terus kami lewati.

Bertumbuh bersama dalam lingkungan terkecil, membuat kami sepenuhnya kadang merasa kenal, namun juga tak jarang, kami merasa jauh.

Bukan,
bukan karena saya bekerja. Saya di rumah dan mendampingi anak-anak serta suami. Namun kerap tidak menyadari pentingnya melakukan hal bersama. Saling berkomunikasi yang baik, benar dan menyenangkan serta tidak tergesa-gesa itu adalah kunci.

 

Membuat project dari mulai perencanaan, diskusi hingga keputusan yang disepakati bersama kemudian tantangan berikutnya muncul, yakni komitmen. Kami tidak merasa bahwa project kami ini worth to do…namun sepanjang kami nyaman, tak jarang kami melakukan hal yang sama utuk keesokan harinya.

Untuk saat ini, karena tahapan perkembangan usia Ai dan Hana yang menginjak usia balita, saya lebih menekankan pada aspek psikologis. Bagaimana seharusnya ia bersikap di lingkungan keluarga, kemudian di lingkungan yang lebih besar lagi yakni masyarakat.

Saya pun belajar menjadi pendengar yang baik tiap report yang mereka sampaikan. Dan mengapresiasi atas segala kebaikan yang telah mereka lakukan.

Pernah beberapa hari terakhir menjelang hari ke 10, saya merasa mati gaya. Seperti tidak ada lagi yang bisa dilakukan dan time management keluarga kami mendadak kacau. Saya pun kemudian kembali mengevaluasi, apa yang sebaiknya dilakukan dan apa saja yang tidak penting dilakukan.

Semoga jatuh – bangunnya kami membangun kedekatan dalam keluarga ini bisa terus istiqomah dan kelak buah manis yang kami panen.
Aamiin.

Salam hangat,
lendyagasshi

#bundasayang
#tantangan10hari
#aliranrasa
#myfamilymyteam
#ibuprofesional
#IIP

Advertisements

2 thoughts on “Aliran Rasa : Family Project

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s