Bunda Sayang · Family Stories

Mengamati Gaya Belajar #day5

Liburan adalah momen yang paling dinanti oleh anak-anak. Karena meskipun mereka tidak bisa bepergian dikarenakan Abi yang ((kadang)) masih harus bekerja bahkan di saat tanggal merah, anak-anak tetap riang. Karena ada beberapa sahabat yang seusia Ai dan Hana tinggal di lingkungan sekitar rumah kami.

Dan mereka saya erbolehkan mengeksplor segala yang ingin dilakukan. Dengan catatan, dilakukan dengan batas yang sesuai. Saya senantiasa memberikan mereka tempat untuk berkumpul dan melakukan eksperimen.

Uniknya, mereka tidak pernah kehabisan ide untuk melakukan sesuatu.

Hari ini, salah satu dari teman kaka berkata ingin membuat slime. Dan mereka pun bersama-sama mendiskusikan dari mulai bahan apa saja yang dibutuhkan hingga mereka sepakat untuk mengumpulkan bahan-bahan tersebut di rumah kami.

20170424_130942

Proses pembuatan pun dimulai. Mereka tampak sibuk mencampurkan bahan-bahan yang telah mereka sediakan. Instruksi hanya dilakukan oleh anak yang paling besar. Dan setelah beberapa saat mereka melakukan percobaan, maka mereka menyadari satu hal, bahwa slime yang mereka bikin ((tampaknya)) gagal. Karena tidak kunjung mengental. Lalu mereka menganalisis apa saja yang sekiranya kurang benar dalam proses tersebut.

Karena diskusi dan pemikiran yang sudah dilakukan dengan sugguh-sungguh tampak belum menuai hasil, maka mereka memutuskan untuk melibatkan saya. Saya pun tidak langsung menyetujui karena mereka meminta untuk memutar video via youtube. Saya hanya membuka aplikasi pinterest, dan saya bukakan kategori yang mereka butuhkan.

DIY slime.

Setelah saya jelaskan dengan mendetail bahwa ada banyak cara untuk membuat slime, dan salah satunya bisa jadi cara yang dipakai anak-anak barusan, namun sepertinya ada bahan yang harus kita ketahui kadarnya dengan baik dan cara mencampurkannya, tentunya.

Mereka paham dan segera memulai dari awal apa yang sudah mereka lakukan.

Haahha…

Saya sangat percaya pada proses, bukan hasil. Jadi saya biarkan mereka mengambil kembali bahan-bahan yang sudah ada. Dengan sedikit evaluasi, bahwa mereka berencana menaruh slime nya kali ini di sebuah wadah dan diletakkan di freezer kulkas.

Semoga slimenya jadi yaa….anak-anak.

Dari kejadian hari ini saya mengamati gaya belajar ((bersosialisasi)) baik Ai maupun Hana sudah cukup baik. Mereka bisa berdiskusi dan menjadi problem solving yang baik. Bahkan ketika mereka telah menyelesaikan permainan, Ai dengan sigap mengajak teman-teman sepermainannya tadi untuk membereskan semuanya. Kalau tidak, Ai ijin untuk tidak bisa ikut dalam permainan berikutnya.

Mashaallah….

Cara belajar auditori dan kinestetik sangat terlihat pada Ai dan Hana. Mereka mengingat apa yang mereka (telah) lihat dan melakukannya.

Pengamatan gaya belajar ini belum berakhir, semoga saya menemukan titik terang atas pengamatan yang saya lakukan selama beberapa hari ini.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Salam hangat,
lendyagasshi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s