Bunda Sayang · Diskusi

Penghapus Matematika (?)

Alhamdulillah,
Kembali memasuki kelas Bunda sayang. Kali ini Ibu ditempa untuk mengajarkan metode pembelajaran matematika yang simple dan menyenangkan kepada anak tentunya.

 

MENSTIMULUS  MATEMATIKA LOGIS  PADA ANAK

Semua anak terlahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing.  Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di  dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka tidak suka.  Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

“Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan”

 

MATEMATIKA LOGIS

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan.

Dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya

Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.

 

CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS

a.  Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c.  Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

 

belajar
doc. pribadi (Ai with Elhana)

 

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini?

Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini?
Bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

 

STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA

Bermain Pasir
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

Bermain di Dapur
a. Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

Belajar di Meja Makan
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti  ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.

Belajar Memahami  Kuantitas
a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat
a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau  donat?b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat,  mobil atau motor?c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi  pohon kelapa atau  pohon jambu?
d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?

 

Kegiatan di Luar Rumah

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka  Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e. Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.

 

Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika, ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➡ proses menggabungkan

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.

 

Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.

 

Salam Ibu Profesional
/ Tim Fasilitator Bunda Sayang/

 

📚Sumber bacaan:
Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005
Howard Gardner, Multiple Intelligence,  Gramedia, 2000
Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Mneyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009

 

 

 

Hari ini, saya dan Hana belajar Matematika dari penghapus. Beberapa hari yang lalu, saya sengaja membelikan peralatan perang baru untuk anak-anak. Dan dengan antusias, anak-anak menyusunnya di kotak pensil.

P_20170719_093352
Penghapus Matematika Hana

Apa yang dipelajari dengan membongkar penghapus?

  1. Konsep urutan angka
    Hana akan dengan otomatis berhitung dari 1 hingga jumlahnya yang sesuai. Alhamdulillah, now she can count till twelve in Indonesian language.
  2. Konsep pembagian
    Hana selalu memiliki ide untuk berkompetisi dengan siapapun yang mengajaknya bermaain. Maka, Hana akan membagi jumlah penghapus yang dimilikinya untuk dijadikan lomba cepat tepat dalam hal menggabungkan bagian-bagian dari penghapus.

Permainan penghapus sederhana ini memang tidaklah rumit. Saya hanya perlu menyediakan waktu untuk menghentikan segala kegiatan saya dan fokus pada ide-ide yang dimilikinya. Tak hanya Hana yang suka bermain penghapus matematika ini, kaka Ai pun sama gembiranya apabila mulai pembagian hingga menghitung penghapus sebelum dan sesudah dibongkar.

 

Demikian pembelajaran matematika dalam keluarga kami.
Semoga bermanfaat.

 

Salam hangat,

lendyagasshi

 

 

Advertisements

19 thoughts on “Penghapus Matematika (?)

  1. wah sharingnya bagus banget bun
    sejumlah hal yang tertera di atas itu sudah saya ajarkan ke anak
    tapi saya baru tahu itu bagian dari matematika logis
    dan sepertinya berdasarkan yang saya lihat
    anak sya punya kemampuan matematika logis

    Like

  2. Sistem klasifikasi nya bagus tuh. Mengumpulkan barang dengan parameter tertentu seperti warna, ukuran dan berat. Di situ aja udah ngerti sama yang namanya variabel, bagus nih pembelajaran matematika nya. Mantap!

    Like

  3. Wah, makasih banget sharing ilmunya, Mbak. Belajar Matematika kalau tahu konsepnya sejak awal jadi menyenangkan, ya. Jadi perlu dikenalkan secara pelan-pelan ke anak-anak ya, bahwa begini tujuan belajar Matematika untuk kehidupan sehari-hari. Keren!

    Like

  4. Ia nich sekarang jadi orang tua harus selalu update ilmu untuk anak2. Bahkan dulu aku gak pernah di stimulus tapi sekarang ini jadi salah satu hal penting untuk anak-anak dirumah

    Like

  5. Bener banget mba.. anak harus diajari matematika dari dini dan cara termudah adalah memberikan stimulus di setiap permainan yg diberikan kepada anak.. misalnya diberikan smartphone mgkn bisa dikasih game / permainan yg memerlukan logika

    Like

  6. Anak aku belum 3 tahun.. aktif dan imajinatif.. nah..pas baca ini jadi pengen ngetes kepintaran matematika logisnya…, Makasih ilmu nya mba..

    Suka blog walking kalo ketemu tulisan SPT ini..

    Like

  7. seru banget permainannya, tp kayaknya untuk anak anak yang emang ada bakat matematika udah kelihatan dari kecil ya. itu ciri ciri yang disebutkan di atas ada semua di adik bungsuku dlu..

    dia bahkan naik ke kelas dua krn sudah pandai berhitung, padahal blm bisa baca wakaakkaa.. matematika menyelamatkannya dari tidak naik kelas

    Like

  8. Berarti ada banyak cara ya untuk belajar matematika untuk si anak. Tidak harus diajarkan hitung hitungan yg membosankan.

    Lebih baik kita ajarkan lewat bermain ya biar wawasannya pun jalan dengan alamiah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s