Bunda Sayang · Family Stories

Permen Pembagi

Assalamu`alaykum,

Liburan kali ini adalah liburan pertama semenjak kaka masuk sekolah SDnya.
Senang?
Alhamdulillah…kaka senang di sekolahnya yang baru. Meskipun tak jarang ia berkata capek karena aktivitas padat yang tiap hari diselingi tidur siang selama kurang lebih 45 menit seakan tak cukup menghapus rasa kantuk kaka.

Karena liburan sabtu-ahad…Abi masih dengan kesibukannya bekerja di luar rumah, saat pulang memberi anak-anak kejutan, yakni membelikan permen warna-warni dalam jumlah yang (saya bilang) banyak.

Maka, saya berinisiatif untuk mendapatkan kesepakatan bersama anak-anak mengenai cara memakan permen tersebut. Jadilah kami menghitung keseluruhan jumlah permen dan saya minta untuk membuat kesepakatan sehari hanya boleh menghabiskan 2 permen saja.

Lalu pertanyaan saya berlanjut : Kira-kira berapa hari permen ini akan habis?

Jadilah kaka menghitung dengan cara mengelompokkan per-permen menjadi 2 buah. Lalu ia menghitung ada berapa kelompok yang sudah terbentuk. Sehingga kaka bisa menentukan permen-permen tersebut akan habis dalam berapa hari kemudian.

Simple.

Matematika bukan hanya tentang angka dan hitungan namun juga ada hubungannya pada kelogisan berpikir dan pemecahan masalah.

Matematika tersebar di sekitar kita, seperti saat hebohnya bersama anak anak mencari segala sesuatu yang berbentuk bulat di dalam rumah, semua berlarian, melihat sekeliling dan berebutan menyebutkan benda yang ditemukannya.

Atau saat seru ngobrol dengan si kakak sambil menghitung jumlah rumah di 1 blok komplek sehingga menemukan jumlah rumah seluruh cluster yang terdiri dari 6 blok.

Atau saat indahnya si kecil memotong kue supaya cukup dibagi bersama kakak kakaknya.

Atau saat cerianya bersama anak anak menghitung jumlah langkah kaki ke masjid terdekat.

Saat saat menunggu kakak selesai mengerjakan desain interior kamarnya sendiri,
dan seterusnya …dan seterusnya.

Inilah tantangan kelas Bunda Sayang Koordinator IIP dalam 10 hari ke depan. Dan hari ini, meskipun saya tertinggal dalam hal pendokumentasian, semoga kisah ini bisa mewakili portofolio anak dalam menjalani perkembangan tumbuh-kembangnya.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Salam hangat,

lendyagasshi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s