Family Stories

Having Kittens Without Raising

Bismillah,

Kira-kira gini yaa…memiliki kucing tanpa harus memelihara. Karena kami hanya memberi makan kucing-kucing liar yang main-main di jalanan sekitar rumah kami.

Awalnya hanya ada 1-2 kucing yang rutin datang ke rumah, Ai memberi nama kucing-kucing tersebut, Fluffy dan Dark Fluff.

Bedanya apa?

Emm, aku pun tak tahu. Kalau dari celoteh kaka dan Hana, mereka memilih nama berdasarkan bentuk fisik (bukan kelamin yaa…). Terbukti saat memeriksa kelamin Fluffy, ternyata ia jantan, tapi namanya imut banget. Sedangkan Dark Fluff, si penguasa pintu depan rumah kami, juga jantan. Namanya benar-benar random, hehehee~

Dan awalnya, aku gak ijinkan anak-anak bermain denga hewan berbulu yang imut ini. Namun lama-lama, aku pun luluh juga… Karena Abinya anak-anak tiap pulang kerja, selalu disambut kucing-kucing ini dan anehnya, aku ngerasa Abi ini bagaikan mengerti bahasa kucing. Ya, mereka ngobrol.

Antara pengin ketawa sama penasaran siih…

Ternyata, inilah beberapa manfaat hidup bersama kucing :

  • Meningkatkan imunitas
  • Menurunkan tingkat stres
    Ini yang aku inginkan sih…ada beberapa sifat Ai yang masih jadi PR banget buatku, karena anaknya perfeksionis dan mudah stres bila tidak sesuai keinginan.
  • Belajar bertanggung jawab
    Ini yang aku takutkan kalau kami memelihara kucing beneran di rumah (kucing yang cantik-cantik dan mahal), pasti membutuhkan perhatian lebih. Maka, untuk mengasah tanggung jawab Ai dan Hana, latihannya bersama kucing jalanan dulu. Hhehee~
    Kalau udah oke, baru deeh…
  • Meningkatkan mood
    Kebayang yaa…kalau lagi sedih, tapi gak ada yang diajak ngobrol. Karena ada kucing di sekeliling rumah, baik Abi, Ai maupun Hana kerap menghampiri kucing-kucing mereka di depan rumah untuk dipegang, dibelai dan sesekali dipangku.

    Kalau aku gimana?
    Hehehee..aga geli siih…jadi belum berani pegang kucing.

    Terakhir,
    Ada kucing naik tempat tidur.
    Abi, Ai dan Hana gak apa-apa, tapi aku gatel-gatel gak karuan. Jadi aku simpulkan kalau aku gak kuat kena bulu kucing. Meskipun bukan tergolong alergi siih…
  • Menurut penelitian, kucing bisa bermanfaat untuk terapi anak autis
    Nah..ini mungkin ada yang tahu yaa..?
  • Dan konon kabarnya, berdasarkan penelitian juga…memelihara dan berinteraksi dengan kucing, mampu menurunkan resiko terkena stroke dan serangan jantung.
  • Dan ternyata, dalam Islam sendiri kucing adalah binatang yang mulia.
    Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan).”
    (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Jadi,
Mau memelihara kucing atau hanya memberi makan kucing jalanan saja?

Salam hangat,
-lendyagasshi-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s