My Pleasure

Reflection Who I’m Inside On Writing

Tertatih saya mengikuti kelas ODOP (One Day One Post) ini. Ada perasaan nano-nano di dalamnya. Manis, asam, asin, dan pernah juga pahit. Pernah mengalami jaringan internet yang super lelet, sampai rasanya ingin menyudahi saja perjuangan ini atau tiba-tiba engga tau mau nulis apalagi dan hanya mampu melihat dengan nanar layar laptop yang sudah berubah menjadi drama Korea lagiii dan lagi sambil berkata dalam hati, “Kenapa malah nonton siih….? Padahal uda masuk jam kerja nulis…?”

Why ooh….why….???

Begitulah saya, si emak galau penggemar Drama Korea, yang sampai saat ini belum menemukan jati diri dalam menulis. Masih terombang ambing di derasnya ombak para blogger yang sudah jauh lebih femes ((ngomong ala artis)), kaya blog teh Shanty dengan Shantystory nya, blognya teh Dian dengan kdramastory nya, atau blog fiksinya teh Wini yang serruh, teh Nurlienda yang konsen dengan ilmu-ilmu gizi dan kesehatannya, bubu trio Fa, Wiwik Wulansari dengan kegiatan bermainnya, blog de Mesa, Muthi, miss Rinda, teh Monika dengan time capsule nya, dan terakhir yang sering saya kepoin, blog Uni ((karena sama-sama sering bahas drama Korea, lebih tepatnya review. Tapi asli, kece bingiiit!)

Masih banyak lagi blog teman-teman kece lainnya dari Blogger Perempuan dan Blogger Bandung.

Intinya mah….
Menulis adalah belajar.

Belajar apa aja?

  • Bisa jadi, belajar design untuk tiap header tulisan kita.
    Bisa tanya-tanya ke Nyak Rotun yang jago bingit bikin beginian.
  • Belajar masang gambar-gambar cantik kaya di blog miss Rinda.
  • Belajar nulis yang banyak dan berkualitas ala Langit Amaravati.
  • Atau buat para pencari GA (Give Away) bisa ngepoin twitter nya para blogger. Suka ada tuuh…info-info GA yang menarik dan menantang. Layak untuk men-challenge diri meskipun engga menang. Heehe….ngomongin diri sendiri soalnya….*shy.

Selain dapet ilmu baru, dengan banyak blogwalking adalah mendapat banyak teman. Suka juga tuuh…membiasakan diri dari sekarang untuk ninggal jejak di blog temen. Siapa tau, saya bisa numpang tenar di sana…heehhee…

writing1

Refleksi yang ingin saya lakukan saat ini adalah mulai merasa (sok) idealis.

Saya dari dulu engga mau masukin tulisan asal ke dalam blog. Kalau mau tulisan dengan konten yang ringan, atau engga ada di menu yang saya tawarkan di blog, saya engga akan tulis di blog. Saya tulis di notes facebook aja. Cukup.

Idealisme lagi tinggi, tapi tenaga dan waktu kurang.

Mulai banyak bolos kelas ODOP.
Ketauannya dari evaluasi saat bikin list hastag per harinya dari mulai hari ke-50 hingga saat ini.

Mulai banyak nge-draft dan berakhir engga dipublish-publish karena pinginnya tulisannya lebih dari 1000 kata. Susah? Banget….Tapi namanya challenge, saya mau tidak mau ingin memenuhi itu. Maka dari itu, rasanya tertatih saya mengikuti kelas ODOP ini. Walaupun standart saya naik, ada beberapa standart yang harus saya turunkan.

Karena tulisannya ingin panjang dan lebih berbobot dengan riset kecil-kecilan ala lendyagasshi, jadilah saya tidak mementingkan posting di kelas pada hari yang sama. Kebanyakan, saya menyelesaikan beberapa draft yang sudah saya bikin jauh-jauh hari dan saya post sekaligus pada hari yang sama.

Mungkin dengan begini, saya akan mengejar ketertinggalan dengan mengikuti kelas semester pendek. Begitu pikir saya. Simple dan lebih puas sayanya. Karena buat saya, blog adalah representasi diri saya pada dunia menulis. Bagaikan mengenal siapa saya, melalui tulisan-tulisan yang saya buat.

Maka dari itu, saya masih galau dengan jati diri.
Makin banyak blogwalking, makin ingin saya menjadi oranglain ataupun mencontoh blog lain.

“Aaah….dasar emak galau’ers!”

Sebenernya engga gitu juga siih….saya galau karena saya ingin menantang diri ini menjadi lebih baik. Misalnya, karena saya suka baca buku dan menonton film, saya ingin menuangkannya dalam bentuk tulisan. Namun kendala yang saya alami, karena saya merasa minim ilmu mengenai itu, jadi belum saya wujudkan sampai sekarang. Paling mentok, saya nulis review Drama Korea. Lagi- lagiii Korea. entahlah, mengapa saya merasa nyaman saat menulis Drama daripada movie bioskop.

writing2

Refleksi kedua,
Ini masalah konsistensi. Kembali lagi saya dibenturkan dengan aktivitas di dunia nyata yang sungguh menjadi prioritas saya sebagai Ibu dan Istri. Anak-anak sudah mulai bisa bermain sendiri memang, alhamdulillah…..namun apa kata mereka ketika melihat Ibu nya hanya berkutat di depan laptop?

Jadi solusinya bagaimana?
Saya memberi waktu-waktu tertentu untuk online (kebanyakan siih….kalaupun harus full di depan lepi, saya lebih memilih waktu di malam hari, saat anak-anak sudah lelap dalam keheningan malam).

write

Ini hasil survey setelah melakukannya beberapa kali. Saya merasa pas menulis sesuatu dengan ide yang lancar mengalir saat keadaan heniiing.

Ya, inilah Refleksi ketiga.
Jam kerja saya adalah di atas jam 12 malam.

Kalaupun saya harus tidur, pastilah saya paksakan bangun untuk dapat, paling tidak menyelesaikan draft yang sudah saya buat sebelumnya.

Paling engga bisa nulis disambil-sambil.
Misalkan sambil mendengarkan alunan musik, sambil ada orang yang ngomong (apalagi anak-anak saat mereka ingin bercerita), sambil berpikir hal lain di luar tema tulisan, dan lain-lain. Pokoknya saya harus fokusnya ke satu hal saja. Titik.

Sepertinya ketiga refleksi itu menggambarkan keadaan menulis saya saat ini. Inginnya punya blog yang unik dan lucu, karena itu menggambarkan saya banget. Haahha *whad?

Belum berani merubahnya menjadi dot.com karena masih challenge ke diri sendiri tentang banyak hal. Masih baru seumur jagung, dan yang paling penting…masih dalam merayu suami agar mendukung kegiatan menulis saya ini. Heem, bayarin pindah rumah kalau memang itu terjadi, maksudnya.

write1

Saya, dan Menulis.

Merasakan banyak kenikmatan di dalamnya. Termasuk mengeluarkan apa yang sedang saya rasakan saat ini. Media curhat dan berteman dengan teman baru dengan passion yang sama. Buat saya itu sangat menyenangkan!

Kalau ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan draft menulis, saya saat ini menjawab, tidak pasti. Karena kecepatan berpikir otak saya saat menulis sungguh tergantung mood. Ditambah lagi saat malam, biasanya perut sedang menjerit minta diperhatikan. Waaa…bisa tambah lama selesainya. *soalnya bikin ramyun dulu…hehee…

Hikmah apa yang dapat saya ambil dari ikut kuliah ODOP ini?
Selain dapat ilmu baru dari para senior keceh, dapet kenalan para artis dunia blogger, dan dapat merasakan nikmatnya mengerjakan sesuatu yang saya sukai.

write3Terimakasih teman-teman ODOP’ers, terutama sensei saya yang sangat baik dan jujur dalam bertutur, teh Shanty Dewi Arifin.

Entah kenapa saya begitu kagum dengan beliau. Dan saya berharap, jika suatu hari nanti beliau menelurkan buku, saya antrian pertama untuk minta tanda tangannya. Heehhe…nge-fans berraatt…

Sekian Refleksi saya,
Namaste.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s